Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkes Resmikan IEBA-DLBS Dexa Medica

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyerahkan izin industri ekstrak bahan alam (IEBA) yang pertama di Indonesia, dan meresmikan fasilitas IEBA Dexa Laboratories of biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica."Ini adalah IEBA
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 20 Agustus 2013  |  11:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyerahkan izin industri ekstrak bahan alam (IEBA) yang pertama di Indonesia, dan meresmikan fasilitas IEBA Dexa Laboratories of biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica.

"Ini adalah IEBA yang pertama mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan, sejak dikeluarkannya Permenkes No. 6/2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional," kata Menkes Nafsiah Mboi saat peresmiannya di Cikarang, Selasa (20/8/2013). 

Dengan beroperasinya fasilitas IEBA-DLBS ini, maka industri farmasi Indonesia kini sudah mampu memproduksi bahan baku aktif obat herbal.

Menkes menuturkan Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah ternasuk tanaman obat. Ini bisa dimanfaatkan untuk kesehatan.

"Sayangnya tidak banyak orang yang ingin berinvestasi dalam bidang kesehatan ini," ungkap Menkes.

Ferry Soetikno, Presdir PT Dexa Medica, mengatakan IEBA DLBS merupakan farmasi pertama di Indonesia yang memproduksi bahan baku aktif obat herbal, yaitu bioactive fraction.

Dia mengatakan DLBS bagian dari PT Dexa Medica yang berkomitmen dalam kegiatan pencarian obat baru, dengan berbagai keunggulan. Antara lain menggunakan biodiversitas Indonesia, melakukan prinsip farmakologi modern serta pendekatan biomolekular untuk mencari obat baru.

Selain itu melakukan uji klinik untuk melengkapi medical-evidence sesuai prinsip good clinical practice (GCP), serta melakukan uji pada hewan coba secara etis sesuai dengan sertifikasi AAALAC yang diterima DLBS.

Raymond R. Tjandrawinata, Direktur Eksekutif DLBS, PT Dexa Medica, menambahkan DLBS memiliki tempat riset sendiri pada 2007. "Sejak itu kegiatan riset dengan menggunakan biodiversitas Indonesia dilakukan," ungkapnya.

Menurut dia, DLBS memiliki visi menjadi organisasi berbasis riset yang diperuntukkan bagi penemuan, pengembangan, dan pembuatan produk-produk farmasetikal, biofarmasetikal, dan nutrasetikal.

Sejak 2011, katanya, produk hasil temuan DLBS berupa novel bioactive fraction, sudah dipasarkan oleh PT Dexa Medica.

"Bahan baku obat yang dihasilkan oleh fasilitas produksi di DLBS ini, merupakan hasil riset sendiri yang berasal dari biodiversitas dari Indonesia. Dimulai dari penelitian biomolekuler, percobaan farmakologi hewan, hingga uji klinis pada pasien di berbagai kota di Indonesia," tambahnya.

Fasilitas produksi yang dimiliki DLBS, lanjutnya, telah melalui proses yang tervalidasi dalam sistem produksi dengan dukungan teknologi modern, telah tersertifikasi oleh sistem jaminan halal (SJH) dengan nilai A, Association for Assessment and Accreditation of Laboratory Animal Care Internatinational (AAALAC International), dan sertifikasi ISO 22000:2005 (sistem manajemen keamanan pangan). (ltc)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes menteri kesehatan dexa medica
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top