Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta Masih Kurang Jalan, 4 Ruas Tol Tak Perlu Pakai APBD

Bisnis.com, JAKARTA—Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali mempertanyakan wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengerjakan empat dari enam ruas jalan tol dalam Kota Jakarta dengan APBD.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 19 Agustus 2013  |  00:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali mempertanyakan wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengerjakan empat dari enam ruas jalan tol dalam Kota Jakarta dengan APBD.

Dia mengaku belum mengetahui detil rencana perubahan tersebut. Namun, menurut dia, rencana pengerjaan empat ruas jalan dengan anggaran daerah tersebut pada dasarnya bisa direalisasikan.

“Secara prinsip bisa saja karena filosofi jalan diusulkan jadi tol karena dana APBN terbatas,” jelasnya ketika dihubungi Bisnis, Minggu (18/8/2013).

Kendati begitu, Gani mempertanyakan rencana tersebut sebab jumlah jalan di Ibu Kota masih kurang. Menurutnya, anggaran daerah bisa dialokasikan untuk menambah ruas jalan baru di luar enam jalan tol tersebut.

“Tapi kenapa gak jalur lain ya [yang dibiayai APBD]? Kan Jakarta masih kurang jalan. Kalau memang tujuannya tambah jaringan kan lebih bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyambut baik wacana yang disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama.

 “Setuju. Bagus [rencana] itu. Kalau memang mau dan ada duitnya, [itu] bisa. Kenapa tidak?” terangnya di Jakata, Jumat (16/8/2013).

Dia mengungkapkan dirinya akan merestui jika pihak Pemprov DKI  akan merealisasikan rencana tersebut. 

Sebelumnya, Ahok mengatakan empat ruas tol akan dibangun oleh Pemprov DKI menggunakan dana APBD dan menjadi jalan umum, sedangkan dua ruas lainnya yakni Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang akan dikerjakan swasta. 

Dia meyakini Pemprov mampu mengerjakan empat ruas tol diubah menjadi jalan umum menggunakan APBD 2014 yang ditargerkan Rp67 triliun.

Sementara itu, Jokowi mengaku belum akan memutuskan pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota sebelum proyek transportasi massal berbasis rel mass rapid transit (MRT) dan monorel berjalan.  Menurutnya, empat ruas yang akan dibangun oleh Pemprov  masih dalam proses kalkulasi biaya.

Ada pun rencana pembangunan enam ruas jalan tol Jakarta sudah ada sejak kepemimpinan mantan Gubernur DKI Sutiyoso di mana pembangunannya dibagi dalam empat tahap dengan total panjang 69,77 kilometer dan ditargekan rampung pada 2022.

Pada awalnya konsesi pembangunan enam ruas tol dalam kota dipegang PT Jakarta Tollroad Development (JTD) senilai Rp41,17 triliun. 

Tahap Pembangunan

Ruas

Panjang

Nilai Investasi

I

Semanan – Sunter

Sunter - Pulogebang

20,23 km

9,44  km

Rp9,76 triliun

Rp7,37 triliun

II

Duri Pulo - Kampung Melayu

Kemayoran - Kampung Melayu

12,65  km

9,60  km

Rp5,96 triliun

Rp6,95 triliun

III

Ulujami - Tanah Abang

8,70  km

Rp4,25 triliun

IV

Pasar Minggu - Casablanca

9,15  km

Rp5,71 triliun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi dki ahok apbd bpjt menteri pu djoko kirmanto tol dalam kota jakarta
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top