Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian ESDM: Konsumsi BBM Subsidi 2014 Sesuai Target

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah optimistis konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium dan solar tahun depan tidak akan melebih 50,5 juta kiloliter, seperti yang telah ditetapkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara 2014.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 18 Agustus 2013  |  16:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah optimistis konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium dan solar tahun depan tidak akan melebih 50,5 juta kiloliter, seperti yang telah ditetapkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara 2014.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan kenaikan harga BBM subsidi akhir Juni tahun ini menjadi penyebab adanya penghematan konsumsi. Hal itu terbukti dengan konsumsi BBM subsidi semester 1 tahun ini di bawah target yang telah ditentukan.

“Biasanya konsumsi bulanan itu lewat sekitar 7%-8%, saya juga jadi cemas. Tapi terbukti hingga semester 1 tahun ini konsumsinya masih di bawah target. Jadi saya pikir kuota 50,5 juta kiloliter akan cukup,” ujarnya, Jumat (16/8).

Realisasi konsumsi BBM subsidi sepanjang semester 1 tahun ini mencapai 22,74 juta kiloliter, atau maish di bawah target kuota dalam APBNP 2013 yang sebesar 24 juta kiloliter. Realisasi konsumsi itu terdiri dari premium 14,43 juta kiloliter, solar 7,76 juta kiloliter, dan minyak tanaj 0,55 juta kiloliter.

Kenaikan harga premium menjadi Rp6.500 per liter, dan solar Rp5.500 per liter dari yang sebelumnya Rp4.500 per liter juga berdampak pada turunnya anggaran untuk subsidi BBM di RAPBN 2014.

Meskipun secara kuota volume BBM subsidi dalam RAPBN 2014 meningkat 2,5 juta kiloliter dari APBNP 2013 yang 48 juta kiloliter, anggaran subsidi justru menurun Rp5 triliun menjadi Rp194,8 triliun dari yang sebelumnya Rp199,8 triliun.

Dalam RAPBN 2014, subsidi untuk premium ditetapkan Rp68,8 triliun, minyak tanah Rp6,1 trilun, dan solar Rp56,3 triliun.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbm subsidi jero wacik
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top