Ciptakan Lapangan Kerja, Izin Hutan Tanaman Rakyat ditargetkan 200.000 ha

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga akhir 2013, Kementerian Kehutanan menargetkan realisasi hutan tanaman rakyat (HTR) mencapai 200.000 ha.

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga akhir 2013, Kementerian Kehutanan menargetkan realisasi hutan tanaman rakyat (HTR) mencapai 200.000 ha.

Sekretaris Jenderal Kemenhut Hadi Daryanto menuturkan hingga semester I/2013 luas areal yang dicadangkan untuk HTR mencapai 679.400 ha. Namun, luas HTR yang sudah keluar izinnya baru mencapai 174.111 ha. 

"Yang kita dorong sekarang benar-benar investasi yang kayu rakyat ini, karena bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Jangan sampai rakyat kehilangan momen untuk menanam," ujar Hadi di kantornya, Sabtu (2/8/2013). 

Hadi mengakui investasi sektor kehutanan yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) maupun industri yang berorientasi ekspor tengah tertekan. Hal tersebut merupakan efek domino dari transformasi perekonomian dua negara raksasa, Amerika Serikat, dan China. 

"Memang sih kami harus dorong HTR ketika tidak ada investasi orientasi ekspor," ungkap Hadi. 

Berdasarkan data Kemenhut, jumlah HTR yang beroperasi saat ini telah mencapai 3.490 unit dan diproyeksi terus bertambah. Selain wilayah Jawa, konsep HTR juga telah diadaptasi di beberapa kawasan di Jambi. 

"Ada 3-4 unit baru dan perluasan. Kita dorong terutama di Jawa Barat karena agak tertinggal soal kayu rakyat dan industrinya," katanya.  Namun, Hadi menilai pembangunan HTR di Jawa Tengah dan Jawa Timur perlu terus dipantau.

Pasalnya, pasar kayu rakyat bisa kolaps apabila permintaan lebih tinggi daripada suplainya. "Daerah-daerah yang jenuh sedang kita hitung lagi nih, bagaimana suplai demand-nya," tuturnya. 

Melihat potensi HTR, Hadi optimistis luas izin hingga akhir tahun bisa mencapai 200.000 ha. Adapun rencana dan realisasi bahan baku dari hutan rakyat tercatat mencapai 5,95 juta m3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ana Noviani
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper