Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bea Cukai Dinilai Sudah Cepat Perbaiki Dwelling Time

BISNIS.COM, JAKARTA—Importir pengguna jasa Pelabuhan Tanjung Priok mengapresiasi kinerja Ditjen Bea dan Cukai  menyusul proses pabean yang dinilai sudah lebih singkat.
Ahmad Puja Rahman Altiar
Ahmad Puja Rahman Altiar - Bisnis.com 03 Juli 2013  |  19:07 WIB
Bea Cukai Dinilai Sudah Cepat Perbaiki Dwelling Time

BISNIS.COM, JAKARTA—Importir pengguna jasa Pelabuhan Tanjung Priok mengapresiasi kinerja Ditjen Bea dan Cukai  menyusul proses pabean yang dinilai sudah lebih singkat.

Cornelius FA, Eksekutif PT Unilever Indonesia Tbk dan anggota Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP), mengatakan proses pabean semakin singkat dan tidak membenahi waktu inap barang di pelabuhan (dwelling time).

Menurutnya, tahap yang paling memakan waktu di pelabuhan yang menjadi pintu gerbang 70% barang impor ke Indonesia itu adalah proses pra-pabean (pre clearance). Adapun pelayanan dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok dinilai cukup memuaskan.

“Bea Cukai sudah lebih baik dibandingkan instansi pemerintah lainnya karena menerapkan manajemen risiko dan mau menjad leader penurunan dwelling time,” jelasnya kepada Bisnis pada Rabu (3/7/13).

Secara keseluruhan, Cornelius melihat molornya dwelling time merupakan tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam proses bongkar barang impor.

“Diperlukan kerja sama, sinkronisasi program, dan komitmen yang kuat dari semua stakeholder baik dari pemerintah maupun nonpemerintah untuk mendukung pelaksanaan program peningkatan pelayanan dan penurunan dwelling time,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan tanjung priok importir dwelling time
Editor : Sepudin Zuhri

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top