Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KENAIKAN HARGA BBM: BI Nilai Program Kompensasi Tak Redam Inflasi

BISNIS.COM, JAKARTA - Program kompensasi dinilai tidak akan membantu meredam dampak inflasi penaikan harga BBM bersubsidi.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 20 Juni 2013  |  20:34 WIB
KENAIKAN HARGA BBM: BI Nilai Program Kompensasi Tak Redam Inflasi
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA - Program kompensasi dinilai tidak akan membantu meredam dampak inflasi penaikan harga BBM bersubsidi.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan inflasi akibat penaikan harga BBM bersubsidi tetap tinggi walaupun pemerintah memberikan berbagai program kompensasi.

"Itu hanya mencegah kelompok miskin menjadi sulit, kalau inflasi tetap tinggi," katanya di Kantor Presiden, Kamis (20/6/2013).

Agus menjelaskan langkah paling efektif untuk menekan tingkat inflasi adalah menjamin ketersediaan pasokan pangan dan pengendelian biaya transportasi.

Menteri Keuangan Chatib Basri memastikan pemerintah akan menjaga tingkat inflasi menjelang Lebaran paling tidak setara dengan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun lalu.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui kebijakan pengendalian harga bahan pangan, termasuk pemberian beras miskin.

"Itu satu hal dibicarakan, jaga harga bahan pangan, seperti cabe merah. Makanya juga diberikan raskin," kata Chatib.

Agus memperkirakan penaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong tingkat inflasi selama Juni-Agustus hingga 2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM agus martowardoyo bank indonesia Inflasi chatib basri program kompensasi
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top