Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FREEPORT INDONESIA: TER Terus Cari Korban Runtuhan Terowongan

BISNIS.COM, TEMBAGAPURA -- Tim Emergency Response Group PT Freeport Indonesia terus berupaya mencari para korban yang terjebak dalam reruntuhan tambang bawah tanah Big Gossan, Tembagapura.Kapolsek Tembagapura AKP Sudirman yang dihubungi Antara dari Timika,
Endot Brilliantono
Endot Brilliantono - Bisnis.com 15 Mei 2013  |  19:44 WIB

BISNIS.COM, TEMBAGAPURA -- Tim Emergency Response Group PT Freeport Indonesia terus berupaya mencari para korban yang terjebak dalam reruntuhan tambang bawah tanah Big Gossan, Tembagapura.

Kapolsek Tembagapura AKP Sudirman yang dihubungi Antara dari Timika, Rabu, mengatakan upaya pencarian para korban yang diperkirakan masih berjumlah lebih dari 20 orang itu terkendala karena material batu terus berjatuhan.

"Sangat sulit untuk menemukan para korban karena material bebatuan terus berjatuhan. Jadi, harus hati-hati agar tidak sampai membahayakan korban yang masih hidup," ujar Sudirman.

Hingga Rabu petang sekitar pukul 18.30 WIT, jumlah pekerja yang sudah ditemukan sebanyak 14 orang, empat orang di antaranya meninggal dunia dan 10 orang menjalani perawatan di RS SOS Tembagapura.

Kapolsek Tembagapura AKP Sudirman mengaku tidak bisa datang ke lokasi untuk memantau proses evakuasi dan pencarian para korban lantaran ruas jalan di Ridge Camp Mil 74 diblokade karyawan Freeport sejak Rabu siang.

Penutupan ruas jalan utama ke lokasi tambang terbuka Grassberg, tambang bawah tanah (Underground) dan pabrik pengolahan biji di Mil 74 itu dilakukan rekan-rekan korban sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa yang menimpa rekan-rekan mereka.

"Sebenarnya saya mau masuk ke lokasi itu tapi rekan-rekan karyawan meminta kami untuk bertahan di Mil 72," tutur Sudirman.

Ia mengatakan, penutupan ruas jalan utama menuju lokasi tambang Freeport itu dilakukan oleh sekitar 500 karyawan Freeport sejak Rabu siang, di mana sebagian besar adalah pekerja lokal asal tujuh suku di sekitar areal pertambangan Freeport.

"Mereka minta tidak boleh ada kegiatan produksi karena harus fokus untuk melakukan evakuasi para korban di reruntuhan terowongan Big Gossan," jelas Sudirman.

Ia juga mengaku tidak mengetahui kondisi 10 pekerja yang dirawat di RS SOS Tembagapura, apakah ada diantara mereka yang telah dievakuasi ke tempat lain untuk menjalani perawatan lanjutan.

Menurut informasi yang dihimpun Antara di Timika, salah seorang pekerja yang sempat dirawat di RS SOS Tembagapura telah diterbangkan ke Jakarta pada Rabu pagi untuk menjalani perawatan lantaran kondisinya kritis.

Pada Rabu siang, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal berangkat ke Tembagapura untuk melihat langsung proses evakuasi dan pencarian para korban yang terjebak dalam reruntuhan terowongan Big Gossan. (Antara/dot)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Freeport papua tambang emas tembagapura

Sumber : Newswire

Editor : Endot Brilliantono
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top