Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GIANT SEA WALL: Swasta Diajak Kembangkan Kawasan Pulau Reklamasi

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah membuka opsi pengembangan kawasan reklamasi pulau di sekitar mega proyek Giant Sea Wall untuk developer guna menjadi sumber pengembalian investasi.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 07 Mei 2013  |  15:49 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah membuka opsi pengembangan kawasan reklamasi pulau di sekitar mega proyek Giant Sea Wall untuk developer guna menjadi sumber pengembalian investasi.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermato Dardak mengatakan mengingat investasi proyek yang besar maka pemerintah membutuhkan pemasukan untuk pengembalian investasi.

Salah satunya dengan pengembangan kawasan di pulau reklamasi di sekitar proyek Giant Sea Wall.

“Itu bisa dikembangkan untuk pariwisata atau residensial asal sesuai dengan land use karena itu kan ada di pantai,” katanya di sela-sela acara Indonesia Water Forum, Selasa (7/5).

Dia menyampaikan pengembangan kawasan tersebut akan membuat lingkungan fisik di sana menjadi lebih layak.

Meskipun demikian, harga tanah yang ada pun dipastikan akan tinggi sehingga diperlukan kebijakan untuk pembangunan pengembangan kawasan tersebut.

“Kita bisa undang investor baru seperti developer, atau juga investor yang menjadi partner kita untuk proyek tersebut atau mungkin pemprov DKI. Semua masih dikaji,” jelasnya.  (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pulau reklamasi giant sea wall
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top