Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Norwegia Akan Naikkan Pajak Perusahaan Rawan Limbah

BISNIS.COM, JAKARTA -- Langkah tak terduga pemerintah Norwegia menaikkan pajak atas perusahaan minyak dinilai akan menimbulkan risiko investasi dan menimbulkan keraguan kredibilitas jangka panjang untuk produksi minyak lepas pantai (offshore).Hal tersebut
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 07 Mei 2013  |  01:10 WIB
Norwegia Akan Naikkan Pajak Perusahaan Rawan Limbah

BISNIS.COM, JAKARTA -- Langkah tak terduga pemerintah Norwegia menaikkan pajak atas perusahaan minyak dinilai akan menimbulkan risiko investasi dan menimbulkan keraguan kredibilitas jangka panjang untuk produksi minyak lepas pantai (offshore).

Hal tersebut dinyatakan oleh Statoil ASA, perusahaan minyak dan gas Norwegia. Pemerintah Norwegia akan menaikkan pajak minyak khusus dari 50% menjadi 51%.

Hal ini untuk menjaga Selain itu, pemerintah Norwegia juga akan memotong arus kas dari 30% menjadi 20%. Kenaikan ini akan meningkatkan total pajak hingga sebesar 3 miliar kroner (atau sebesar $520.000.000) pertahun.

Kepala kantor keuangan Statoil ASA Torgrim Reitan mengatkan rencana ini mengurangi daya tarik proyek pertambangan minyak masa depan, khususnya bidang marginal.

“Hal ini akan menimbulkan pertanyaan mengenai kredibilitas dan stabilitas investasi jangka panjang di Norwegia,” ujar Torgrim.

Proposal tentang kenaikan pajak tersebut menyusul pemangkasan tarif yang mersahkan invesotor perusahaan jaringan pipa gas Norwegia awal 2013. Rencana ini telah berlangsung satu setengah tahun setelah  pemerintahan Perdana Menteri Jens Stoltenberg menarik dukungan terhadap pemberi pinjaman Eksportifinans ASA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak perusahaan naik n norwegia
Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top