Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BENIH SAYURAN: Ewindo Bidik Penjualan 1.050 Ton di Jatim

BISNIS.COM,JEMBER --  PT East West Seed Indonesia, produsen benih sayuran tropis hibrida Cap Panah Merah, tahun ini memproyeksikan kenaikan volume penjualan 150 varietas benih sayuran menjadi 1.050 ton di Jawa Timur, dengan melibatkan empat diler
Adam A. Chevny
Adam A. Chevny - Bisnis.com 01 Mei 2013  |  14:06 WIB

BISNIS.COM,JEMBER --  PT East West Seed Indonesia, produsen benih sayuran tropis hibrida Cap Panah Merah, tahun ini memproyeksikan kenaikan volume penjualan 150 varietas benih sayuran menjadi 1.050 ton di Jawa Timur, dengan melibatkan empat diler besar di tiga kota di provinsi tersebut.

Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede menyebutkan Jawa Timur merupakan pasar yang penting bagi perusahaan tersebut, dimana volume daya serap benih sayuran merupakan peringkat kedua sesudah Jawa Barat.  

Menurut dia, pertumbuhan penjualan Ewindo di Jatim sedikitnya 5% per tahun, seiring meningkatnya permintaan/kebutuhan benih sayuran hibrida di kalangan petani. Terutama petani yang telah bertahun-tahun membudidayakan sayuran.

“Kami tahun lalu membukukan penjualan benih sayuran hibrida di Jatim sebanyak 1.000 ton di Jatim berupa 150 varietas dan tahun ini diyakini naik 5% atau  1.050 ton. Kami melibatkan empat diler besar di Gresik, Jombang dan Banyuwangi,” ujarnya di sela-sela acara Seed Production Mini Expo, hari ini (Rabu, 1/5/2013).

Kegiatan yang bertempat di kantor produksi Ewindo, Jember, tersebut berupa pelatihan teknologi budi daya 10 varietas baru benih tomat, mentimun, oyong/gambas dan pari. Sebanyak 240 petani mitra produksi benih Ewindo mengikuti kegiatan tersebut.

Ewindo sejauh ini mengoperasikan kantor produksi benih sayuran di Jember dan Purwakarta, Jabar, dengan total produksi 40.000 ton/tahun yang sebagian diekspor ke berbagai negara.

Glenn menambahkan jenis benih yang tahun ini diminati petani pembudidaya sayuran konsumsi antara lain benih tomat, setelah tanaman tersebut tidak lagi terserang hama gemini pada 2010 dan 2011.

Dia optimistis permintaan petani terhadap benih tomat dan beberapa jenis sayuran tahun depan meningkat lagi, setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa penutupan lima pelabuhan (di Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar) sebagai pintu masuk hortikultura impor.

“Kami mengantisipasi kenaikan volume permintaan benih melalui peningkatan kemitraan dengan petani. Total mitra kami di seluruh Indonesia sebanyak 7.000 petani a.l. ribuan petani di Jatim,” tuturnya.

Dalam pola kemitraan itu Ewindo memasok benih sayuran kepada petani, kemudian hasil panennya diambil bijinya dan diserap kembali oleh perusahaan tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hortikultura benih petani sayuran ewindo
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top