INDUSTRI PENERBANGAN: Rugi Bersih Garuda US$33,7 Juta

BISNIS.COM, JAKARTA—Perusahaan penerbangan milik pemerintah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencetak pembengkakan rugi bersih sebesar 215,9% sepanjang kuartal I 2013 menjadi US$33,7 juta dari posisi periode yang sama 2012.
Herdiyan | 30 April 2013 21:17 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Perusahaan penerbangan milik pemerintah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencetak pembengkakan rugi bersih sebesar 215,9% sepanjang kuartal I 2013 menjadi US$33,7 juta dari posisi periode yang sama 2012.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menuturkan anjloknya kinerja perseroan disebabkan penurunan permintaan sehingga memengaruhi sebagian besar maskapai penerbangan domestik dan global.

“Jadi, penurunan ini tidak hanya dialami Garuda, tetapi seluruh perusahaan penerbangan,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Sesuai dengan siklus penerbangan, menurutnya, kuartal I setiap tahun selalu menunjukkan penurunan permintaan. Kondisi tersebut diperparah dengan musibah banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya awal tahun ini.

“Faktor cuaca ekstrem selama kuartal I telah menekan permintaan penerbangan,” tegasnya.

Direktur Keuangan Garuda Handrito Hardjono menambahkan sejumlah faktor tersebut menyebabkan secara konsolidasi pendapatan operasional mengalami pertumbuhan negatif sebesar 20,7% menjadi US$20,1 juta di 3 bulan pertama tahun ini.

Meskipun menghadapi membengkaknya rugi bersih, perusahaan pelat merah itu mencatatkan pertumbuhan pendapatan 12,5% dari US$717,4 juta menjadi US$807,2 juta.

Pangsa pasar Garuda Indonesia Group naik dari 30,3% menjadi 35,2%. “Pangsa Garuda meningkat dari 23,6% menjadi 25,8%, sedangkan Citilink naik dari 3% menjadi 6,9%,” tuturnya.

Pertumbuhan itu didukung oleh meningkatnya jumlah penumpang yang diangkut selama kuartal I 2013 sebesar 20,7% menjadi 5,56 juta penumpang. Di sisi lain, Garuda mampu menggenjot angkutan kargo sebesar 24,2% menjadi 81.300 ton.

Selama periode tersebut, frekuensi penerbangan domestik dan internasional mengalami peningkatan 23,5% menjadi 44.224 penerbangan. Selain itu, kapasitas produksi juga tercatat 9,96 miliar atau meningkat 16,2%.

Kuartal I 2013, BUMN aviasi itu telah mendatangkan empat unit pesawat baru yang terdiri dari empat unit Airbus A320 untuk Citilink dan dua Bombardier CRJ-1000 NextGen. Dengan demikian, Garuda telah mengoperasikan sebanyak 112 pesawat hingga kuartal I dengan rata-rata usia 6,6 tahun.

Tag : garuda indonesia, laba bersih, giaa, rugi bersih, anjlok
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top