Total Garap Proyek South Mahakam Fase 3

BISNIS.COM, SURABAYA --Total E&P Indonesie akan melaksanakan proyek pengembangan wilayah South Mahakam Fase 3 setelah menerima rekomendasi persetujuan pemenang (recommendation to award approval/RTA) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu
Lili Sunardi | 30 April 2013 18:31 WIB

BISNIS.COM, SURABAYA --Total E&P Indonesie akan melaksanakan proyek pengembangan wilayah South Mahakam Fase 3 setelah menerima rekomendasi persetujuan pemenang (recommendation to award approval/RTA) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kristanto Hartadi, Kepala Departemen Hubungan Media Total E&P Indonesie mengatakan RTA itu diberikan untuk kontrak-kontrak suplai, pengadaan, rancang bangun dan konstruksi fasilitas permukaan dalam pengembangan Lapangan Jempang dan Metulang.

“RTA adalah kunci penting untuk mengawali proyek pengembangan dua lapangan gas dan kondesat baru sesuai Plan of Development (POD) yang disetujui 3 November 2011 lalu,” katanya melalui siaran pers yang diterima di Surabaya, Selasa (30/4/2013).

Kristanto mengungkapkan Lapangan Jempang dan Metulang terletak di bagian selatan Blok Mahakam dengan kedalaman air sekitar 47 meter, atau sekitar 35 kilo meter sebelah Tenggara Balikpapan dan 58 kilo meter sebelah selatan Lapangan Peciko.

Proyek Pengembangan Wilayah South Mahakam Fase 3 itu sendiri terdiri dari instalasi wellhead platform tambahan dan pengeboran 7 sumur pengembangan. Dari situ kemudian akan disambungkan dengan platform East-Mandu yang telah dipasang terlebih dahulu pada fase pengembangan South Mahakam sebelumnya dengan pipa 12 inci sepanjang 7,7 kilo meter.

“Biaya keseluruhan proyek pengembangan ini sesuai POD sebesar US$306 juta, yang terdiri dari US$185 juta untuk pengeboran dan US$121 juta untuk berbagai fasilitas lainnya,” jelasnya.

Diperkirakan proses awal pengembangan dua lapangan baru itu akan tercapai pada semester 2-2015 dan memberi kontribusi dalam proses mempertahankan kapasitas produksi gas pada level 250 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Pengembangan Fase 1 dan 2 wilayah South Mahakam sendiri telah dimulai sejak Oktober 2012, atau 2 bulan lebih awal dari yang direncanakan. Proses tersebut terdiri dari pengembangan Lapangan Stupa dan East Mandu dengan 3 wellhead platforms baru dan pengeboran 19 sumur pengembangan.

Keseluruhan produksi gas dan kondensat dari South Mahakam Fase 1, 2 dan 3 nantinya akan dikirim melalui pipa berukuran 24 inci sepanjang 67 kilo meter dari platform Stupa ke terminal onshore Senipah, yang dioperasikan oleh Total E&P Indonesie.

 

Tag : blok mahakam, total e&p
Editor : Endot Brilliantono

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top