Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UTANG PEMERINTAH Tidak Bebani Keuangan Pertamina

BISNIS.COM,JAKARTA--Utang pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) tidak akan mengganggu keuangan perusahaan, karena telah disiapkan antisipasi untuk menutupi sementara utang yang pada Desember 2012 telah mencapai Rp31,352 triliun.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 24 April 2013  |  16:33 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA--Utang pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) tidak akan mengganggu keuangan perusahaan, karena telah disiapkan antisipasi untuk menutupi sementara utang yang pada Desember 2012 telah mencapai Rp31,352 triliun.

Sugiharto, Komisaris Utama Pertamina mengatakan utang pemerintah tidak mengganggu keuangan perseroan, karena telah diantisipasi dengan menggunakan sumber dana lain untuk menopang keuangan perusahaan.

“Kami sudah mengantisipasi itu, jadi tidak mengalami itu [kesulitan keuangan]. Ingat, posisi kas kita di awal US$5,3 miliar, itu masih dapat mendukung keuangan tanpa harus mencari pinjaman dari luar,” katanya di Jakarta, Rabu (24/4).

Sugiharto mengungkapkan meski pemerintah memiliki utang yang cukup besar kepada Pertamina, perusahaan juga memiliki kewajiban untuk membayar minyak mentah kepada pemerintah. Dengan demikian, hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi keuangan badan usaha milik negara (BUMN) itu dalam menjalankan usahanya.

Menurutnya, politik fiskal dalam negeri mengakibatkan pemerintah belum dapat membayar utangnya kepada Pertamina. “Kami memahami politik fiskal saat ini, khususnya di kuartal 1 menyebabkan pemerintah belum dapat membayar utangnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan utang pemerintah kepada perseroan terdiri dari subsidi BBM dan penyaluran BBM untuk TNI dan Polri. Kemudian juga konversi minyak tanah ke gas elpiji tabung 3 kilogram.

Untuk subsidi BBM, pemerintah masih berutang Rp22,314 triliun sejak 2010-2012. Utang pemerintah untuk penyaluran BBM kepada TNI dan Polri mencapai Rp 6,356 triliun, sedangkan untuk konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg sejak 2008 hingga kini mencapai Rp 2,680 triliun.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan akan segera membayar utang pemerintah kepada Pertamina. Lambannya pembayaran utang itu disebabkan harus menunggu surat Menteri ESDM.

“Mereka (Pertamina) baru bisa dibayar kalau Menteri ESDM sudah mengeluarkan Keputusan Menteri tentang alfa,” jelasnya.

Tahun ini, pemerintah juga belum membayar subsidi BBM yang disalurkan Pertamina sejak Januari hingga Maret 2013. Dengan akumulasi konsumsi premium dan solar yang mencapai 10,74 juta kiloliter di kuartal 1-2013, dana pertamina yang dikeluarkan mencapai Rp105 miliar.

Jumlah tersebut diperoleh dengan menjumlahkan total kuota, kemudian dikalikan dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp9.800 per US$1. Dengan demikian, total hutang pemerintah ke perseroan mencapai Rp32 triliun sejak 2010 sampai sekarang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM pertamina migas minyak esdm
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top