Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI SEMEN: Pulau Jawa Serap 55% Produksi Nasional

Hanum Kusuma Dewi
Hanum Kusuma Dewi - Bisnis.com 25 Maret 2013  |  18:57 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- Credit Suisse Indonesia menilai industri semen di Indonesia masih berkembang seiring dengan pertumbuhan permintaan domestik yang positif.

Vice President Equity Research Credit Suisse Ella Nusantoro mengatakan pertumbuhan ekonomi yang baik mendorong permintaan, termasuk untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tol.

“Industri semen di Indonesia masih berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan dalam negeri. Hal ini juga didorong dengan ekonomi Indonesia yang semakin baik,” ujarnya dalam paparan Senin (25/3/2013).

Selama ini, menurutnya, Jawa masih menjadi pasar utama untuk konsumsi semen domestik dengan porsi hingga 55% dari konsumsi nasional per akhir Februari 2013.

Namun, pertumbuhan konsumsi di luar Jawa ternyata lebih cepat dibandingkan konsumsi semen di pulau tersebut.

Sepanjang 2012, pertumbuhan konsumsi semen di Jawa mencapai 14,6% sementara di Kalimantan pertumbuhan mencapai 21,3%.

Di saat yang sama, pertumbuhan di Sulawesi mencapai 16,6%dan di Wilayah Timur Indonesia mencapai 23,5%.

Porsi konsumsi di Jawa ternyata menyusut dari 55,3% pada 2012 menjadi 55% per Februari 2013.

Sementara itu, konsumsi semen di Kalimantan meningkat denga porsi menjadi 7,7% per akhir Februari 2013 dibandingkan 7,4% pada 2012.

Bahkan, porsi konsumsi semen di Kawasan Timur Indonesia sudah mencapai 29,9% per akhir Februari 2013 meningkat dibandingkan 23,5% pada 2012.(07/yop)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen industri domestik
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top