Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LARANGAN IMPOR HORTIKULTURA: Pasokan lokal bisa penuhi permintaan pasar

JAKARTA: Pasokan buah dan sayur lokal dinilai mampu untuk menggantikan impor beberapa produk hortikultura yang dilarang sementara oleh pemerintah. Ketua Koperasi Pedagang Pasar (Koppas) Kramat Jati Setyo Margono menilai pemerintah memang seharusnya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  15:42 WIB

JAKARTA: Pasokan buah dan sayur lokal dinilai mampu untuk menggantikan impor beberapa produk hortikultura yang dilarang sementara oleh pemerintah.

 
Ketua Koperasi Pedagang Pasar (Koppas) Kramat Jati Setyo Margono menilai pemerintah memang seharusnya tidak perlu mengimpor untuk beberapa komoditas yang dilarang sementara karena pasokan di daerah masih mencukupi.

 
“Selama tidak terkendala cuaca buruk, pasokan buah dan sayur dari daerah sebenarnya tidak menjadi masalah. Permintaan buah impor juga tidak terlalu banyak mengingat kualitasnya hampir sama dengan lokal,” kata Margono saat dihubungi Bisnis, Selasa (29/1/2013).

 
Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 60/2012 tentang Rekomendasi Impor Hortikultura dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 60/2012 mengenai Ketentuan Impor Produk Hortikultura.

 
Produk tersebut antara lain, nanas, melon, pisang, mangga, pepaya, durian, kentang, kubis, wortel, cabai, bunga anggrek, bunga krisan, dan bunga heliconia. Produk tersebut tidak mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk periode Januari hingga Juni 2013.

 
Margono menambahkan produksi buah di daerah masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Setiap hari, pihaknya menerima 35-40 ton buah nanas dari Lampung dan Subang, 60 ton buah melon dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta 30 ton buah pisang dari Jawa Barat dan Lampung.

 
Sedangkan buah pepaya biasanya dari Lampung dan Jawa Barat sekitar 40 ton-50 ton. Khusus untuk mangga memang saat ini tidak ada stok di pasar karena belum memasuki masa panen.

 
Dia berharap pemerintah mampu untuk mengatur masa tanam tanaman mangga agar masa panen tidak seragam. Sehingga ke depannya stok buah mangga akan selalu ada di pasaran.


Dia mengatakan saat ini kendala utama dari pasokan buah hanya cuaca yang tidak menentu. Sampai hari ini, pasokan buah dan sayur di Pasar Induk Kramat Jati baru sekitar 70% dari kondisi normal. Saat ini tonase pasokan buah dan sayur masing-masing hanya 1.050 dan 1.100 ton per hari.
 

Dalam kondisi normal, pasar tersebut mampu menampung total pasokan buah dan sayur hingga 3.000 ton. Dia memperkirakan pasokan dari daerah akan kembali normal pada pekan depan. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rio Sandy P.

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top