Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pilpres 2014, Kadin Diterpa Desakan Munaslub

JAKARTA-Kamar Dagang dan Industri Indonesia mempertanyakan tujuan desakan diadakannya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) oleh beberapa pengurus daerah di tengah  upaya reformasi dan depolitisasi di dalam organisasi tersebut.
- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  18:58 WIB

JAKARTA-Kamar Dagang dan Industri Indonesia mempertanyakan tujuan desakan diadakannya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) oleh beberapa pengurus daerah di tengah  upaya reformasi dan depolitisasi di dalam organisasi tersebut.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio mengatakan gejolak yang muncul belakangan ini muncul karena kurangnya pemahaman anggota Kadin mengenai upaya refomasi melalui depolitisasi agar tercipta iklim organisasi yang profesional.

“Kami akan menanggapi keluhan dan aspirasi itu dengan kepala dingin karena merupakan bagian dari dinamika organisasi,” katanya kepada Bisnis, hari ini (28/1).

Dia mengatakan seharusnya para anggota Kadin Indonesia saling bekerja sama untuk menghadapi tantangan dunia usaha yang sangat besar saat ini yakni mendorong perekonomian daerah secara optimal dan berkesinambungan.

Pihaknya juga menduga adanya gelagat politik menjelang Pemilihan Presiden  (Pilpres) 2014 dalam desakan munaslub yang digembar-gemborkan oleh sejumlah anggota Kadin dan asosiasi di daerah beberapa waktu lalu.

“Kami mengerti jika ada beberapa anggota Kadin daerah yang belum memahami maksud dari reformasi yang dilakukan. Kadin itu tidak berpolitik,” ujarnya.

Belum lama ini Kadin Indonesia melakukan perubahan struktur kepengurusan dari semula berjumlah 21 jabatan menjadi 36 jabatan untuk meningkatkan efektivitas dan mengoptimalkan kinerja organisasi.

“Beberapa anggota di daerah masih sulit memahami tujuan ini sehingga mudah dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan lain, khususnya politik, yang tidak sejalan dengan misi reformasi Kadin,” katanya. (17/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top