Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JELANG IMLEK: Kunjungan Pusat Perbelanjaan Naik 30%

News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Januari 2013  |  14:30 WIB
JAKARTA-Pusat perbelanjaan diprediksi akan mendapatkan tambahan lonjakan pengunjung hingga di atas 30% menjelang perayaan Tahun Baru Cina 2564 atau Imlek pada 10 Februari mendatang.
 
Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan biasanya dua minggu atau sepuluh hari menjelang Tahun Baru Imlek lonjakan pengunjung ini sudah mulai terlihat.
 
"Khusus di Jakarta, konsentrasi pengunjung akan tertuju di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sedangkan untuk kota penyangga, kawasan Tangerang dan Serpong akan ramai," kata Stefanus saat dihubungi Bisnis, Senin (28/1).
 
Pusat perbelanjaan di kawasan tersebut mengalami kenaikan yang tertinggi karena banyak warga etnis Tionghoa bermukim di sana. Dapat dipastikan mereka akan membeli pernak-pernik Imlek atau baju serba merah di mal terdekat.
 
Dia menambahkan pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta lainnya juga akan mengalami peningkatan jumlah kujungan meski tidak signifikan. Pengunjung di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan hanya naik 20%.
 
Kenaikan jumlah kunjungan ini, lanjutnya, memang tidak seperti saat perayaan menjelang Natal atau Idul Fitri. Ini dikarenakan tidak banyak orang yang merayakan Tahun Baru Cina. Pusat perbelanjaan biasanya hanya akan membuat konsep yang menonjolkan kemewahan pesta saja.
 
Ciri khas Imlek seperti pernak-pernik dekorasi serba merah, lampion, barongsai, hingga wayang potehi akan menjadi pilihan mereka untuk menarik perhatian pengunjung. Selain itu, perang diskon akan menjadi strategi wajib lain.
 
Stefanus menuturkan dari tahun ke tahun jumlah pengunjung pusat perbelanjaan akan terus meningkat seiring bertambahnya masyarakat kelas menengah di Indonesia. Selain itu kegiatan dan promo yang dilakukan oleh pusat perbelanjaan dipastikan semakin variatif setiap tahunnya. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rio Sandy P.

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top