Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI PELAYARAN: PT Pelindo jangan hanya mikirin tarif

JAKARTA—Pelaku industri pelayaran mendesak seluruh PT Pelabuhan Indonesia fokus pada pengembangan pelabuhan bukan dengan menaikan tarif yang dinilai justru menambah biaya logistik.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Januari 2013  |  15:32 WIB

JAKARTA—Pelaku industri pelayaran mendesak seluruh PT Pelabuhan Indonesia fokus pada pengembangan pelabuhan bukan dengan menaikan tarif yang dinilai justru menambah biaya logistik.

Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan masalah infrastruktur pelabuhan juga menjadi perhatian dari asosiasi sehingga dinilai perlu ada modernisasi pelabuhan.

Dia menilai tarif pelabuhan itu semestinya disesuaikan dengan produktivitas, sedangkan pelabuhan di Indonesia banyak yang menyebabkan berkurangnya produktivitas.

“Kami berharap, warning dari Menko Perekonomian bisa ditangkap oleh Pelindo dengan modernisasi pelabuhan tanpa menaikkan tarif yang justru menambah biaya logistik,” katanya di Jakarta, Minggu (27/1/2013).

Carmelita mengatakan desakan pemerintah pusat adalah agar Pelindo baik Pelindo I, II, III, dan IV berkonsentrasi pada infrastruktur dan kedalaman pelabuhan sehingga Pelindo semestinya bukan mengurusi soal yang merupakan domain pengusaha.

Warning pemerintah pusat itu menunjukkan masalah pemborosan biaya logistik yang terbesar itu ada di pelabuhan. Kita berharap, warning itu ditangkap dengan modernisasi pelabuhan tanpa menaikkan tarif yang justru menambah biaya,” katanya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam kunjungannya ke Pelindo II menegaskan dunia usaha mesti bersinergi dalam pembenahan arus sistem logistik nasional. Pelindo, tegasnya, tetap fokus pada pembenahan pelabuhan, sedangkan pelaku usaha bersinergi dalam hal sarana angkutan.

Selain itu, kata Hatta, pembenahan pelabuhan termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok juga sebagai upaya membantu kinerja instansi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan produk yang berdaya saing.

Carmelita mengatakan setelah Pelindo berinvestasi sebagai alasan dari penaikan tarif yang dilakukan, mestinya terjadi efisiensi bagi pengusaha karena produktivitas bongkar muat meningkat, tetapi kenyataan di lapangan tidak demikian.

“Tarif naik, tidak terjadi efisiensi seperti yang diharapkan. Seharusnya tarif ditahan karena asumsinya ketika pelayanan pelabuhan sudah bagus, barang yang ditangani meningkat sehingga tanpa tarif naik, Pelindo seharusnya sudah untung,” tegasnya.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top