Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WALHI: Tata ruang di Pulau Jawa tak peka lingkungan

JAKARTA: Perencanaan tata ruang di pulau Jawa dinilai minim kepekaan atas dampak lingkungan dan lebih mengedepankan pembangunan infrastruktur. Minimnya kepekaan tersebut berakibat pada kerusakan ekologis pulau tersebut.Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan
- Bisnis.com 25 Januari 2013  |  10:15 WIB

JAKARTA: Perencanaan tata ruang di pulau Jawa dinilai minim kepekaan atas dampak lingkungan dan lebih mengedepankan pembangunan infrastruktur. Minimnya kepekaan tersebut berakibat pada kerusakan ekologis pulau tersebut.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Abetnego Tarigan mengatakan bencana ekologis di Jawa, merupakan akumulasi krisis dari panjangnya sejarah pembangunan destruktif yang menjadi pilihan model pembangunan oleh negara. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah banjir yang meluas.

"Dampak nyata dari perubahan peruntukan [kawasan] sejak 10 tahun terakhir sudah dirasakan oleh penduduk pulau Jawa, namun beban lingkungan di Pulau ini tidak pernah diperhatikan secara serius," kata Abetnego dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (25/01/2012).

"[Selain itu] tidak berupaya untuk adaptif dan menyesuaikan dengan kemampuan daya tampung dan daya dukung lingkungan pulau Jawa secara keseluruhan."

Walhi menemukan perencanaan tata ruang di berbagai daerah pulau tersebut juga memperlihatkan tidak adanya kepekaan atas perencanaan terhadap dampak lingkungan.

Abetenego menuturkan hal itu bisa dilihat  RTRW di sebuah daerah di Jawa Tengah yang menempatkan kawasan pegunungan kars sebagai kawasan industri,atau  mengubah kawasan pesisir di selatan Jawa sebagai kawasan tambang.

Dia mengungkapkan laporan proyektif Walhi untuk 2013 disebutkan, kerentanan Pulau Jawa pada akhir tahun lalu terlihat dari kontribusi bencana ekologis sebesar 46,8% dari problem lingkungan.  

Hal itu dinilai menjadi sebuah keniscayaan yang harus segera ditindak lanjuti dengan cepat, yakni  pembangunan yang sudah tidak lagi mampu didukung dan ditampung oleh kondisi lingkungan.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh model pembangunan dan perencanaan yang masih meletakan lingkungan bukan sebagai faktor utama yang harus diperhatikan," kata Abetnego.

"Bukannya mengambil pelajaran dari model pembangunan salah kaprah, pemerintah justru terus menjadikan pulau Jawa sebagai pusat industrialisasi yang tak ada habisnya, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur MP3EI." (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top