Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MOBIL LISTRIK: Bakal dihadang 3 'masalah'

JAKARTA—Pemerintah mencatat ada tiga kendala pengembangan mobil listrik di Tanah Air sehingga harus dilakukan secara bertahap.
- Bisnis.com 22 Januari 2013  |  19:35 WIB

JAKARTA—Pemerintah mencatat ada tiga kendala pengembangan mobil listrik di Tanah Air sehingga harus dilakukan secara bertahap.

Ketiga kendala itu adalah keterbatasan jarak tempuh, daya tahan baterei, dan infrastruktur pemasok energi.  "Pengembangan mobil listrik di Tanah Air tak bisa dalam jumlah besar dan harus dilakukan bertahap," ujar Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Selasa (22/1/2013).

Seperti halnya Jepang, meskipun terkenal sebagai produsen otomotif dunia, sampai saat ini hanya memproduksi sekitar 0,9%-4% mobil listrik dari total penduduk.

“Kalau penduduk mereka 5-6 juta jiwa, maka produksi total mereka hanya 40.000,” ujarnya usai menerima delegasi The Jakarta Japan Club.

Menurutnya, mobil listrik hanya layak dikembangkan dalam kluster wilayah tertentu yang tidak terlalu luas. Sebab, jarak tempuh mobil listrik maksimal untuk sekali perjalanan pulang-pergi maksimal 100 Km.

“Idealnya dipasang di kendaraan umum dengan track tetap sehingga bisa ditaruh tempat pengisian listrik,” tuturnya.

Khusus di Ibu Kota, Budi menilai, mobil listrik tidak layak dikembangkan pada saat ini jika melihat topografi Jakarta yang rentan banjir. “Jadi untuk bisa komersial kita harus cari tempat yang smart, yang ada area klusternya.” (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Agust Supriadi

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top