Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI KERAMIK: Pasokan gas minim, produsen keramik tak bisa beroperasi penuh

JAKARTA: Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) meminta pemerintah untuk menaikkan pasokan gas agar industri keramik dapat meningkatkan kapasitas produksi pada tahun ini.Ketua Umum Asaki, Elisa Sinaga mengatakan sekarang total pasokan gas
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  00:08 WIB

JAKARTA: Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) meminta pemerintah untuk menaikkan pasokan gas agar industri keramik dapat meningkatkan kapasitas produksi pada tahun ini.

Ketua Umum Asaki, Elisa Sinaga mengatakan sekarang total pasokan gas untuk industri keramik berkisar 110 mmscfd. Padahal, industri masih membutuhkan sekitar 20 mmscfd lagi untuk berproduksi dengan kapasitas penuh.

"Total kapasitas produksi bisa sampai 380 juta meter persegi tapi kita tidak bisa mencapai itu kalau pasokan gas di Jawa Timur dan Jawa Barat tidak bisa dinaikan," katanya, Rabu (16/1).

Penaikan pasokan gas untuk industri penting dilakukan tahun ini untuk memenuhi permintaan keramik. Elisa mengatakan, bisnis properti, yang diproyeksi masih sangat menjanjikan, dapat memicu kenaikan produksi keramik.

Walau begitu, pihaknya mengaku masih belum bisa memprediksi pertumbuhan industri keramik pada 2013. Pasalnya, kenaikan upah, listrik, dan gas, menyebabkan pengusaha harus menaikan harga jual keramik sebesar 10% hingga 15%.

"Harga gas yang akan naik sebetulnya masih bisa terjangkau, yang sangat berpengaruh justru upah tenaga kerja dan listrik. Beberapa perusahaan sudah menaikan harga, tapi ada juga yang belum," sambung Elisa.

Walau tertekan dengan kenaikan biaya produksi, Asaki mengatakan pengusaha keramik akan mencoba untuk tidak melakukan rasionalisasi tenaga kerja. Solusinya, pengusaha tahun ini akan menghindari penambahan tenaga kerja walau produksinya meningkat. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top