Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI OTOMOTIF: Ekspor Mobil 2013 Diharapkan Samai Rekor 2012

JAKARTA--Kementerian Perindustrian berharap ekspor mobil pada tahun ini minimal akan sama dengan catatan ekspor tahun lalu yang naik cukup tinggi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  21:21 WIB

JAKARTA--Kementerian Perindustrian berharap ekspor mobil pada tahun ini minimal akan sama dengan catatan ekspor tahun lalu yang naik cukup tinggi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, mengatakan pada 2012 kemarin impor mobil melonjak tinggi mencapai lebih dari 200.000 unit.

"Impor mobil kan sekitar 140.000 unit completely build up (CBU) dan sekitar 80.000 completely knocked down (CKD). Tahun ini diharapkan sama dengan tahun lalu," katanya, Rabu (16/1/2013).

Budi menilai banyak faktor yang akan mempengaruhi ekspor mobil. Selain harga, model kendaraan dan selera pasar juga berpengaruh. Adapun depresiasi mata uang rupiah yang terhadap dolar beberapa pekan ini juga dinilai dapat mendorong produsen menjual produknya ke luar negeri.

"Sepertinya sih begitu ya. Tapi ekspor kan banyak faktor, tidak bisa langsung diasumsikan akan naik kalau rupiahnya melemah," sambung Budi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil kategori CBU tercatat sudah mencapai 160.562 unit sementara untuk CKD sebesar 93.258.

Raihan ini, terutama di kategori CBU naik pesat 48% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 107.932. Sementara kategori CKD naik 11,4% dari catatan sebelumnya sebesar 83.709.

Selain ekspor, penjualan mobil secara keseluruhan juga diperkirakan mengalami kontraksi atau minimal menyamai penjualan tahun ini akibat peraturan penyeragaman uang muka syariah pada pembelian mobil sebesar 30%.

"Tahun lalu memang penjualannya bagus. Namun, tanda-tanda perlambatan mulai terlihat. Penaikan DP [down payment] syariah dan merosotnya harga komoditas dapat memicu penurunan penjualan," ujar Sudirman M.R., Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Selasa (8/1).

Hal ini, lanjutnya, terlihat dari menumpuknya stok mobil pada awal tahun ini yang merupakan sisa dari stok tahun lalu walaupun pada akhir 2011 kalangan ATPM mengadakan promosi besar-besaran untuk menghabiskan stok tersebut.

Sudirman juga masih meragukan kemunculan low cost and green car (LCGC) dapat mendongkrak penjualan karena hingga saat ini peraturan pemerintah yang memberikan insentif bagi mobil hijau tersebut belum juga disahkan. (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Christine Franciska

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top