Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INSENTIF FISKAL: Unilever & Chandra Asri Peroleh Tax Holiday

JAKARTA-Pemerintah mengabulkan permohonan insentif tax holiday yang diajukan dua perusahaan yakni PT Unilever Tbk dan PT Chandra Asri Petrochemical.
- Bisnis.com 15 Januari 2013  |  19:11 WIB

JAKARTA-Pemerintah mengabulkan permohonan insentif tax holiday yang diajukan dua perusahaan yakni PT Unilever Tbk dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Menteri Perindustrian MS.Hidayat mengatakan keputusan menteri keuangan yang mengatur pemberian fasilitas insentif tax holiday untuk untuk kedua perusahaan tersebut telah rampung.

“Keputusan Menteri Keuangan (KMK)- nya sudah terbit. Untuk Unilever nomornya KMK 463 dan KMK 462 untuk Chandra Asri. Diterbitkan pada 28 Desember 2012,” ujarnya, hari ini (15/1).

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengharapkan keluarnya keputusan itu dapat mempercepat realisasi investasi keduanya serta merangsang kedatangan investasi lainnya.

Dia menjelaskan pemberian fasilitas tax holiday kepada Unilever tidak semata karena perusahaan itu berencana membangun pabrik oleokimia di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatra Utara.

Faktor lainnya, tuturnya, adalah investasi Unilever sesuai dengan sektor penerima tax holiday yang ditentukan dan nilainya sesuai dengan syarat dari pemerintah yakni mencapai Rp1,2 triliun.

“Ini wujud keseriusan pemerintah untuk mendorong penanaman modal di dalam negeri. Investor lain yang mau mengajukan insentif tersebut adalah Indorama,” tuturnya.

Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Kemenperin Harris Munandar mengatakan kedua perusahaan penerima insentif itu akan dapat merasakan manfaatnya ketika mereka telah berproduksi secara komersial.

“Selain itu, permohonan Sinar Mas Group yang akan membangun pabrik oleokimia terbarukan di Dumai, Riau senilai Rp2,8 triliun untuk mendapatkan tax holiday juga tengah dikaji terkait kelangkapan dokumen,” tuturnya. (17/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top