Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI 2013: UMP Naik tinggi, pengusaha sepatu khawatir tutup gerai

JAKARTA:  Pengusaha sepatu gelisah menghadapi  2013 jika pemerintah tidak merevisi peraturan upah tenaga kerja yang naik sekitar 46% dibandingkan 2012.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  17:50 WIB

JAKARTA:  Pengusaha sepatu gelisah menghadapi  2013 jika pemerintah tidak merevisi peraturan upah tenaga kerja yang naik sekitar 46% dibandingkan 2012.

Kenaikan tersebut sangat besar, dan pengusaha tidak sangup membayarnya. Jika tidak direvisi, diperkirakan banyak perusahaan akan melakukan restrukturisasi, sehingga terjadi pengurangan tenaga kerja.

Produsen sepatu, Marga Singgih, Direktur  Valentino dan Elle  yang juga Ketua Departemen Pengembangan Dalam Negeri Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengatakan ekonomi 2013 mngekhawatirkan karena kenaikan upah tenaga kerja yang sangat tinggi.

“Kenaikan labor cost sangat tinggi [46%] yang  merupakan angka sangat besar.  Idealnya  kenaikan  biaya tenga kerja 10%-15% per tahun ,” kata  Marga.

Oleh karena itu, katanya, berbagai asosiasi mengharapkan agar pemerintah  merevisi kenaikan upah tenaga kerja. Kalau untuk perusahaan yang mempunyai 10 tenaga kerja, katanya, kenaikan upah tenaga kerja bisa mengatasinya, tetapi perusahaan yang mempekerjakan ratusan sampai ribuan orang merasa sangat keberatan untuk membayar kenaikan  upah tenaga kerja itu.

Apalagi kalau produsen sepatu olahraga  untuk ekspor yang sudah kontrak beberapa tahun ke depan,  sementara nilai  kontraknya tidak bisa dinaikan.

Marga mempunyai 800 tenaga kerya yang 400 orang bekerja  di pabrik  dan 400 orang di gerai-gerai dibagian pemasaran. 

Penjualan kedua merek sepatunya termasuk 10 besar di depstore, sedangkan sembilan merek lagi sepatu dari luar negeri. Pihaknya sudah  mengevaluasi  counter  yang terdapat di berbagai kota besar di Indonesia.  Untuk menghadapai kondisi awal tahun, pihaknya akan menutup  12 gerai. “Tidak ada pilihan, sehingga terdapat pengurangan karyawan,” kata Marga. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Reni Efita Hendry

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top