KAYU OLAHAN: Ekspor Tumbuh, Omzet Stagnan

JAKARTA: Kendati volume ekspor kayu olahan tumbuh sekitar 15% pada tahun ini tetapi angka penjualan relatif stagnan di kisaran US$1,3 miliar atau sama dengan 2011. Soewarni, Ketua Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan (ISWA), menuturkan
- Bisnis.com 28 Desember 2012  |  17:17 WIB

JAKARTA: Kendati volume ekspor kayu olahan tumbuh sekitar 15% pada tahun ini tetapi angka penjualan relatif stagnan di kisaran US$1,3 miliar atau sama dengan 2011. Soewarni, Ketua Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan (ISWA), menuturkan secara umum kinerja industri kayu gergajian dan kayu olahan nasional pada tahun ini hampir sama dengan pencapaian 2011. Stagnasi terjadi karena faktor anjloknya  permintaan dari pasar Uni Eropa dan penurunan kualitas kayu yang diolah. Volume ekspor kayu olahan memang tambah, sekitar 10%-15%, tetapi nilai penjualannya hampir sama [dengan 2011] sekitar US$1,3 miliar."Karena kebanyakan menggunakan kayu nonhutan alam yang harganya lebih murah," jelas Soewarni kepada Bisnis, Jumat (28/12/2012). Menurutnya, saat ini ada sekitar 1.500 produsen kayu olahan di Tanah Air dari total sekitar 5.000 Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK).Jumlah tersebut menyusut sejak diberlakukannya pembatasan penggunaan kayu yang berasal dari hutan alam melalui pengetatan. "Dari 1.500 perusahaan kayu olahan yang punya ETPIK, yang aktif hanya separuhnya, sekitar 600-650 pengusaha," jelasnya.  (ra)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top