Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INSIDEN PENERBANGAN: Lion Bantah Ban Pesawat Pecah Di Bandara Riau

JAKARTA--Manajemen Maskapai Lion Air membantah pesawat Lion Air mengalami insiden pecah ban di Bandara Raja Haji Fisabilah Tanjung Pinang Kepulauan Riau.Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan GT 260 itu berangakat dari Jakarta menuju Tanjung Pinang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Desember 2012  |  17:03 WIB

JAKARTA--Manajemen Maskapai Lion Air membantah pesawat Lion Air mengalami insiden pecah ban di Bandara Raja Haji Fisabilah Tanjung Pinang Kepulauan Riau.Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan GT 260 itu berangakat dari Jakarta menuju Tanjung Pinang Kepulauan Riau pada Minggu 23/12/2012.Jurubicara  Lion Air Edward Sirait mengatakansatu pesawat Lion Air mengalami insiden ban kempes, bukan pecah. “Ban kempes bisa aja di jalan [ketika mendarat] dan bukan insiden [ban pesawat pecah]. [Kalau] insiden pasti kami sudah dapat laporan,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (24/12). 

Dia menjelaskan kejadian seperti itu juga bukan merupakan insiden dan hanya mengakibatkan keterlamabatan pesawat untuk kembali melakukan penerbangan. 

Menurutnya,  hal itu merupakan hal yang normal dan menyebabkan keterlambatan penumpang sekitar 15 menit. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun ketika pesawat itu  mendarat pada Minggu (23/12)  sekitar pukul 12.00 WIB terjadi bunyi benturan yang keras pada saat pesawat mendarat  di Bandara Raja Haji Fisabilah. (if)Pesawat itu membawa penumpang sebanyak 150 orang meliputi 134 penumpang dewasa, 15 orang anak dan satu orang bayi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top