PELABUHAN KALIBARU: Pelindo II bentuk operator baru

JAKARTA—PT Pelabuhan Indonesia II akan membentuk anak usaha baru sebagai operator terminal peti kemas I di Pelabuhan Kalibaru-New Priok. Anak usaha itu akan menjadi mitra pemenang seleksi operator yang sedang berlangsung.Direktur Utama PT Pengembang
News Editor | 21 Desember 2012 04:43 WIB

JAKARTA—PT Pelabuhan Indonesia II akan membentuk anak usaha baru sebagai operator terminal peti kemas I di Pelabuhan Kalibaru-New Priok. Anak usaha itu akan menjadi mitra pemenang seleksi operator yang sedang berlangsung.Direktur Utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (PT PT Pelindo II) Dani Rusly Utama mengatakan anak usaha yang sedang dibentuk itu akan mengelola 51 % kegiatan operasional di terminal I pelabuhan peti kemas Kalibaru-New Priok.“Anak usaha kita masih menguasai sekitar 51% dan pemenang dari tiga peserta seleksi akan mengelola sebesar 49%,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/12).Tiga calon operator itu adalah Mitsui (NYK, Evergreen), APM Terminal (Maersk Line) dan ICTSI (MSC). Dani menjelaskan anak perusahaan baru itu sedang dalam pembahasan di Kementerian BUMN.Dani mengatakan akan mengumumkan nama anak usaha baru sebelum proses seleksi calon operator diputuskan. Dia mengungkapakan seleksi calon operator itu dilakukan secara terbatas agar terminal I kalibaru dapat beroperasi sesuai rencana pada awal tahun 2014.Proses seleksi langsung dilakukan pada tiga mitra calon operator agar dapat segera ditentukan pemenang untuk menjadi operator di terminal peti kemas I.Proses seleksi, mitar operator secara terbuka menurtnya membutuhkan waktu yang lama 9 hingga lima belas bulan.  Dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, imbuhnya pihaknya akan mengumumkan pemenang operator.Dia menjelaskan setelah menentukan pemenang maka para pemenang harus segera mendatangakan perlatan-peralatan operasional.Dia menambahkan untuk seleksi calon oprator terminal dua pihaknya akan membuka tender terbukan pada kuartal pertama 2013 dan akan selesai pada tahun 2013.Sebelum terminal satu beroperasi, imbuhnya pihaknya akan mempersiapakan mitra pengelola terminal dua.  UNtuk pelaksanaan tender terbuka dimulai pada kuartal pertama tahun 2013 dan akan selesai tahun 2013.Menurutnya pembangunan terminal I kalibaru masih terhambat izin amdal. Izin Amdal, tuturnya masih dalam penyelesaian proses administrasi di Kementerian Lingkungan Hidup.“Ada konsultan Amdal untuk mengerjakan membantu [kita] [tetapi] kewajiban Amdal ada di kita. [Amdal] ada tahapan pembuatan kerangka kerja, sosialisasinya dan udah kami lalui,” katanya.Menurutnya sambil menunggu proses ijin Amdal selesai, pihaknya telah mempersiapakan konstruksi pembangunan terminal I. Pihaknya berharap pada awal tahun depan ijin Amdal dapat dikeluarkan.Untuk konstruksi, imbuhnya PT Pelindo III menunjuk PT Pembangunan Perumahan, Tbk. Persiapan konstruksi yang dilakukan, tuturnya antara lain persiapan pengerinagan dan penguatan tiang pancang beton.Menurutnya PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia merupaka anak usaha PT Pelindo III yang menangani bidang pengembangan pelabuhan.Pada tahun depan, PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia, imbuhnya akan mengucurkan dana Rp3-5 trilun secara bertahap untuk mengembangkan pelabuhan.Menurutnya dibentuknya PT pengembangan pelabuhan Indonesia tidak hanya terkait pembangunan Kalibaru namun juga dapat terlibat dalam pengembangan pelabuhan-pelabuhan lainnya di Tanah Air.  Saham PT Pelindo III menguasai saham PT Pengembangan Pelabuhan Indoensia sebesar 99% dan 1% saham dimiliki oleh PT Mulit Terminal Indonesia.“Rencana dan [kalau] stabil untuk menjadi perusahaan kelas dunia kita akan IPO [penawaran saham perdana] dalam beberapa tahun ke depan sesuai syarat IPO misalnya setelah 3 tahun dan punya pendapatan, ” katanya.Menurutnya dalam pembiayaan pihaknya menggunakan dana pembiyaan internal sebesar 30% dan sisanya merupakan pinjaman dari beberapa Bank seperti Bank Mandiri dan BNI.Biaya pembangunan fisik tahap pertama terminal Kalibaru, imbuhnya mencapai Rp12-14 trilun dan untuk biaya total meliputi peralatan mencapai Rp23 triliun. “Untuk keseluruhan  [membutuhkan] Rp46 triliun [untuk] 7  terminal peti kemas dan dua produk terminal,” katanya. Berdasarkan data PT Pelindo III terminal itu akan dikembangkan hingga 2019.Menurutnya jika ijin Amdal telah dikeluarkan pihaknya akan berkordinasi dengan pihak pemerintah untuk mengatur jadwal agar presiden bisa melakukan groundbrekaing. Menurutnya kapasitas Pelabuhan Tanjung priok saat ini dapat menmapung 7,5 juta TEUS. (Bsi)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup