Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS BBM: Usulan Ahok diapresiasi DPR

JAKARTAa—DPR berpendapat wacana yang dilontarkan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang berencana meniadakan Premium di Jakarta, boleh-boleh saja dilakukan.  Daryatmo Mardiyanto, anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi PDIP mengatakan
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  06:15 WIB

JAKARTAa—DPR berpendapat wacana yang dilontarkan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang berencana meniadakan Premium di Jakarta, boleh-boleh saja dilakukan.  Daryatmo Mardiyanto, anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi PDIP mengatakan sebenarnya, rencana itu tidak perlu dilakukan jika pemerintah bisa menjaga kuota BBM bersubsidi tahun ini yang sudah ditambah menjadi 45,27 juta kiloliter.“Jadi sebenarnya di Jakarta apabila pengaturan atau kontrol terhadap penggunaan BBM subsidi kepada yang berhak itu dapat berjalan dengan baik, itu tidak perlu untuk melakukan pengecualian-pengecualian seperti ini,” ujarnya hari ini, Kamis (20/12).Daryatmo mengatakan pengertian kuota BBM subsidi sebetulnya adalah alokasi yang diberikan kepada mereka yang berhak. Prinsipnya, saat kuota BBM sudah dinaikkan, artinya dalam perhitungannya sudah cukup bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan, termasuk di wilayah Jakarta.“Tetapi kalau pemerintah merasa tidak mampu melakukan pengontrolan, usul pemerintah DKI yang ingin memberikan jalan bagi pemerintah untuk melakasanakan kontrolnya itu, boleh-boleh saja. Itu bisa melalui pergub [peraturan gubernur],” ujarnya.Seperti diketahui, Basuki atau yang akrab dipanggil Ahok ini merencanakan penambahan armada bus, terutama TransJakarta. Ahok ingin mendorong masyarakat naik kendaraan umum dan meninggalkan kendaraan pribadi.Bahkan dia berencana akan mengusulkan kepada Presiden SBY agar di Jakarta tidak ada lagi Premium. Berdasarkan data Pertamina, penyaluran Premium di wilayah DKI Jakarta memang sering overkuota. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top