KREDIT UKM: Target Penyaluran gagal karena masalah Timing tak tepat

JAKARTA—Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan tidak ada sanksi atau punishment kepada perbankan sebagai penyalur kredit usaha rakyat yang gagal memenuhi target penyaluran pada periode 2012.
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  21:33 WIB

JAKARTA—Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan tidak ada sanksi atau punishment kepada perbankan sebagai penyalur kredit usaha rakyat yang gagal memenuhi target penyaluran pada periode 2012.

”Kegagalan itu bukan semata-mata akibat kesalahan maupun kelalaian mereka. Hanya timing-nya yang kurang tepat untuk menyelesaikan target kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” katanya  hari ini, Kamis (20/12/2012).

Bank yang tidak berhasil mencapai target penyaluran, di antaranya Bank BNI dan Bank BNI Syariah. BNI misalnya, pada tahun ini menargetkan penyaluran sekitar Rp4 triliun, namun yang bisa direalisasi hanya Rp3,09 triliun.

Bank BNI Syariah menargetkan penyaluran Rp200 miliar, sedangkan realisasinya hanya mencapai Rp27,7 miliar. Selain itu Bank Bukopin juga mengalami hal sama, karena realisasinya hanya Rp292,4 miliar. Adapun target penyalurannya sejumlah Rp350 miliar.

Selain ketiga bank ini, masih ada perbankan daerah atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) gagal mencapai penyaluran. Sejumlah 23 BPD yang terbagung dalam Asosiasi Perbankan Daerah (Asbanda) hanya mampu merealisasi penyaluran Rp3,3 triliun.

Kelompok bank daerah ini sebelumnya ditargetkan menyalurkan pembiayaan kepada sektor riil sebesar Rp5,25 triliun. Meski demikian tidak akan ada sanksi yang diberikan kepada mereka. “Kegagalan itu masih tolerable,” tegas Sjarifuddin Hasan.

Misalnya, kata dia, kegagalan Bank BNI Syariah menyalurkan dana KUR, disebabkan keikutsertaan mereka baru terlaksana pada pertengahan 2012. Kemudian Bank BNI menyalurkan dana KUR lebih banyak fokus melalui linkage program.

”Bank BNI lebih banyak mengandalkan lembaga  keuangan mikro (LKM) sebagai ujung tombaknya, karena BNI memang dikenal sebagai lembaga keuangan perbankan kooperatif. Jadi, kegagalan itu masih dinilai wajar,” ungkap Sjarifuddin Hasan.

Kondisi sama terjadi pada BPD. Sebagian besar anggota mereka bergabung menjadi penyalur KUR pada pertengah 2012. Jika tugas itu dimulai awal tahun, Menteri Koperasi dan UKM optimistis penyaluran masing-masing bank pasti memenuhi target.

Bank yang berhasil melampaui target adalah Bank BRI. Target awal Rp15 triliun, sedangkan realisasinya Rp18,6 triliun. Bank Mandiri menargetkan Rp3,5 triliun, sedangkan realisasinya Rp3,6 triliun. Bank BTN memasang target Rp950 miliar, realisasi sebesar Rp1,2 triliun.

Bank Mandiri Syariah juga melampaui target, karena rencana awal Rp750 miliar, dan tersalurkan Rp1,2 triliun.  (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top