Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EMAS MAHAL: Aksesori imitasi kian laris

Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  14:34 WIB
JAKARTA-Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (Apgai) mengatakan pasar aksesori imitasi di dalam negeri mengalami kenaikan permintaan mencapai 50% per tahunnya, sejalan dengan meningkat signifikannya harga emas.
 
Wakil Ketua Apgai Suryadi Sasmita mengatakan  pasar aksesori nonlogam mulia dan nonpermata yang menguat tersebut, juga diikuti dengan makin banyaknya produk impor barang perhiasan imitasi di pasar dalam negeri.
 
"Harga emas yang mahal, mendongkrak pengguna aksesori imitasi. [Kenaikan penjualan diperkirakan bisa mencapai] 50% per tahun," kata Suryadi saat dihubungi melalui telepon genggamnya Kamis (20/12).
 
Di samping harga emas yang melambung, ujarnya, aksesori imitasi seperti gelang, cincin, kalung, anting , dan perhiasan  rambut juga makin diminati karena bentuknya  kian  beragam dan mengikuti tren. Penampilannya bahkan tidak kalah dengan keindahan  perhiasan dari emas dan permata.
 
Aksesori yang bertambah baik kualitas dan penampilannya itu, tambahnya, disokong dengan kemajuan teknologi.
 
"Aksesori makin bermutu, bahkan [ada yang bisa] menyerupai berlian," kata Suryadi.
 
Apgai menilai pasar aksesori di Indonesia cukup besar,  mengingat penggunanya  rata-rata membeli perhiasan setiap tiga bulan sekali mengikuti perubahan tren penampilan.
 
Pasar aksesori yang menguat tersebut, ujarnya, juga diikuti dengan bertambah banyaknya perhiasan imitasi impor, terutama yang berasal dari China yang mampu menjual produknya dengan harga bersaing.
 
"[Perhiasan imitasi asal] China [di pasar dalam negeri ] di atas 50% ," kata Suryadi.
 
Apgai berharap kalangan pemasok dan industri aksesori buatan dalam negeri meningkatkan pasar di Indonesia, tentunya dengan sokongan dari pemerintah.
 
Hal itu, ujarnya, mengingat skala produksi yang  memang berbeda antara produsen aksesori China dan Indonesia.
 
"Pembuat aksesori di Indonesia  masih menghasilkan ratusan  potong, sementara di China sudah jutaan jumlahnya. Di sini aksesori juga dibuat dengan handmade, di China dengan mesin," kata Suryadi. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top