PRODUKSI SAWIT: Petani Mandiri Paling Berisiko Terkena Banjir Panen

PALEMBANG – Petani sawit  mandiri atau yang tidak bermitra dengan perusahaan pengolahan sawit  dinilai paling terkena dampak dari membanjirnya produksi saat panen raya yang sedang berlangsung sekarang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  16:33 WIB

PALEMBANG – Petani sawit  mandiri atau yang tidak bermitra dengan perusahaan pengolahan sawit  dinilai paling terkena dampak dari membanjirnya produksi saat panen raya yang sedang berlangsung sekarang.

Data Dinas Perkebunan Sumatra Selatan sendiri menunjukkan ada sekitar 120.000 hektare  atau 15% dari total lahan sawit  seluas 800.000 ha di provinsi itu merupakan lahan milik petani swadaya.

Kepala Bidang Produksi Disbun Sumsel Safarudin mengatakan harga jual tandan buah segar (TBS) sawit milik petani swadaya tersebut masih anjlok dan hanya berkisar Rp300 per kilogram di tingkat petani. Sementara untuk harga di tingkat pabrik sendiri sekitar Rp700 per kg – Rp900 per kg. 

“Sebetulnya yang paling terkena dampak lesunya permintaan dari negara luar itu adalah petani swadaya. Banyak pemilik lahan yang akhirnya tidak memanen komoditas mereka dan hanya jadi limbah karena harga anjlok,” katanya, Rabu (19/12).

Dia mengatakan hal berbeda terjadi pada petani sawit plasma di mana mereka memiliki kepastian bahwa perusahaan inti akan menampung hasil panen mereka.  Kesepakatan  tersebut juga membuat harga beli yang diterima petani lebih tinggi dibanding harga dari tengkulak yang menampung hasil petani swadaya.

Hasil rapat rutin yang dilakukan dinas perkebunan dengan pengusaha dan petani kemitraan menetapkan harga TBS untuk umur 10 tahun – 20 tahun  sebesar Rp1.147,11 di tingkat petani atau lebih tinggi dibandingkan harga nonkemitraan.

Membanjirnya hasil panen raya kali ini juga membuat target produksi yang ditetapkan pemerintah untuk 2012 terlampaui. 

Dalam rencana jangka panjang (RJP) Disbun Sumsel, target produksi sawit 2012 sebanyak 2 juta ton.  Adapun realisasinya sendiri diperkirakan sudah mencapai 2,2 juta ton sawit. (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top