Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK PEMBANGUNAN ASIA: Proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi

JAKARTA—Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) akan merevisi turun proyeksi seluruh wilayah perekonomian di dunia, termasuk Asia Tenggara, jika fiscal cliff terjadi di Amerika Serikat (AS).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  16:19 WIB

JAKARTA—Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) akan merevisi turun proyeksi seluruh wilayah perekonomian di dunia, termasuk Asia Tenggara, jika fiscal cliff terjadi di Amerika Serikat (AS).

Deputy Country Director ADB Edimon Ginting mengatakan tindakan itu akan diambil karena dampak dari fiscal cliff tidak hanya signifikan bagi perekonomian AS sendiri, melainkan juga terhadap perekonomian seluruh dunia.

“Namun, kami belum mengestimasikan berapa besar tekanannya terhadap pertumbuhan karena banyak dimensi yang harus dilihat,” kata Edimon kepada Bisnis usai memaparkan Asian Development Outlook Supplement Desember 2012.

Edimon melihat fiscal cliff akan menjadi ancaman utama yang dapat kembali menekan perekonomian dunia pada tahun depan, mengingat AS merupakan perekonomian terbesar di dunia.

Adapun di Eropa, menurutnya, situasi semakin membaik terutama setelah ada komitmen dari para petinggi zona euro untuk menyelamatkan Yunani dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) untuk memborong surat utang negara (SUN) negara yang bangkrut.

Sementara itu, China dinilai akan membaik menyusul data-data perekonomian sepanjang kuartal terakhir tahun ini menunjukkan sinyal perekonomian akan berbalik menguat (rebound).

“Namun, rebound-nya tidak akan langsung drastis dalam waktu dekat. Meskipun permintaan ekspor berkurang, stimulus dari pemerintah China dalam bentuk investasi ternyata telah memperkuat manufaktur,” jelasnya.

Edimon mengatakan revisi turun juga akan berlaku terhadap Asia Tenggara. Padahal, perekonomian di wilayah ini merupakan satu-satuanya di Asia yang proyeksi pertumbuhannya direvisi naik oleh ADB pada bulan ini untuk tahun ini dan tahun depan.

“Meskipun Asia Tenggara, terutama Indonesia, kuat karena permintaan domestiknya yang tinggi, kinerja ekspor tetap berperan besar. Lagipula, anjloknya AS tidak hanya akan berdampak kepada ekspor, melainkan juga investasi dan ekonomi domestik,” kata Edimon.

Namun, Edimon menilai kemungkinan terjadinya fiscal cliff kecil karena dia optimistis baik antara Partai Demokrat dan Partai Republik, maupun antara pemerintah dan parlemen, di AS ingin menghindari ancaman tersebut.

“Karena dampaknya yang signifikan, kami rasa mereka akan mencapai kesepakatan untuk mencegah hal itu, meskipun hingga kini pembahasannya masih berlangsung dan terganggu oleh penembakan [tragedi penembakan massal di Connecticut AS],” jelas Edimon.

ADB merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk 2012 dari 1,9% menjadi 2,2% dan mempertahankan proyeksi untuk 2013 pada level 2,1%. Adapun proyeksi untuk zona euro direvisi naik untuk 2012 tapi direvisi turun untuk 2013.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia direvisi turun 0,1 poin persentase untuk 2012 dan 2013 menjadi masing-masing 6% dan 6,6%. Hanya proyeksi Asia Tenggara dari seluruh wilayah di Asia yang direvisi naik untuk 2012 menjadi 5,3%.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : A. Puja R. Altiar

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top