Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PETA INDUSTRI PENGOLAHAN: Pemerintah dinilai terlalu ambisius

JAKARTA—Pemerintah dinilai terlalu ambisius dalam memetakan pertumbuhan industri pengolahan 2013, karena tidak sebanding sejumlah tantangan yang siap menggempur sektor tersebut, mulai dari penaikan upah hingga membengkaknya biaya energi.Sofjan
Muhamad Arsyad Paripurna
Muhamad Arsyad Paripurna - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  22:41 WIB

JAKARTA—Pemerintah dinilai terlalu ambisius dalam memetakan pertumbuhan industri pengolahan 2013, karena tidak sebanding sejumlah tantangan yang siap menggempur sektor tersebut, mulai dari penaikan upah hingga membengkaknya biaya energi.Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menuturkan pihaknya cenderung pesimistis melihat target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (manufaktur) yang dicanangkan pemerintah sebesar 7,13% pada 2013.Meskipun demikian, target yang dinilai terlalu ambisius itu diharapkan mampu memicu dunia usaha untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.Menurutnya, sejumlah tantangan dan hambatan siap menggempur sektor industri manufaktur dalam negeri, mulai dari penaikan upah buruh, pengadaan bahan baku, membanjirnya produk impor, hingga biaya energi.“Sejumlah faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja industri dalam negeri,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (17/12).Aneka tantangan tersebut dipastikan akan mengganggu dan menunda rencana ekspansi yang telah direncanakan sejumlah perusahaan.Sofjan menegaskan investor akan ragu-ragu menambah investasinya di Indonesia karena pemerintah tidak memberikan kepastian terhadap sektor industri.Pelaku industri memproyeksikan bila kinerja industri tahun depan sama dengan realisasi tahun ini, maka itu sudah dianggap bagus karena melihat berbagai tantangan serius yang akan dihadapi dunia usaha.“Bila pencapaiannya sama dengan tahun ini, maka itu sudah maksimal dan kami anggap bagus,” tuturnya.Di tengah tantangan yang dinilai begitu berat itu, sejumlah sektor industri dinilai mampu menjadi kontributor utama pertumbuhan manufaktur, seperti industri otomotif serta makanan dan minuman.Dia mengemukakan pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah adalah persaingan produk lokal dengan produk asing.Oleh karena itu, pemerintah harus mampu meningkatkan kualitas produk dalam negeri dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi industri dalam negeri.“Pemerintah harus mampu meredam peredaran produk asing di pasar domestik agar tidak mengganggu produk lokal,” tuturnya.Pemerintah menargetkan pertumbuhan industri manufaktur pada 2013 mencapai 7,13% karena didorong investasi yang meningkat pada sektor sektor tersebut.Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyampaikan pertumbuhan industri nonmigas pada 2013 diperkirakan mampu mencapai sedikitnya 6,8%, dengan terus membaiknya kinerja sektor industri tersebut dalam tiga tahun terakhir ini dan meningkat pesatnya investasi di sektor ini. (12/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top