INDUSTRI SAWIT: Panen menumpuk, PTPN VII berencana bangun pabrik baru

PALEMBANG: PT Perkebunan Nusantara VII akan membangun pabrik pengolahan sawit baru berkapasitas hingga 80 ton tandan buah segar per jam  pada 2013 sebagai upaya atasi penumpukan produksi dari petani saat panen raya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  15:05 WIB

PALEMBANG: PT Perkebunan Nusantara VII akan membangun pabrik pengolahan sawit baru berkapasitas hingga 80 ton tandan buah segar per jam  pada 2013 sebagai upaya atasi penumpukan produksi dari petani saat panen raya.

Sekretaris Perusahaan PTPN VII Sonny Soediastanto mengatakan pabrik sawit baru tersebut rencananya dibangun di Unit Usaha Bentayan, Musi Banyuasin, Sumsel.

“Selain untuk mengolah tandan buah segar (TBS) kebun sendiri, direncanakan pabrik pengolahan kelapa sawit itu juga menyerap sawit dari petani,” katanya, Sabtu (15/12).

Dia melanjutkan dengan pabrik baru itu diharapkan bisa mempercepat proses pengolahan TBS menjadi CPO sehingga mengurangi antrean di pabrik.

PTPN VII memiliki 4 pabrik yang berada di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Banyu Asin. Adapun total kapasitas terpasang dari keempat pabrik tersebut mencapai 200 ton TBS per jam.

Sonny mengemukakan selain menambah kapasitas pengolahan, perseroan juga berencana memperluas areal sawit dengan target seluas 20.000 hektare.

“Target ini sesuai dengan rencana jangka panjang (RJP) yang sudah kami susun sampai dengan 2017 kami akan mengembangkan areal seluas 20.000 ha untuk sawit dan 25.000 ha untuk karet,” katanya.

Sementara itu Kepala Biro Humas PTPN VII Sandry Kamil mengatakan saat panen puncak memang pabrik pengolahan sawit menjadi full capacity. Akibatnya sekitar 25% dari total produksi petani plasma PTPN VII tidak tertampung.

“Kami berlakukan sistem first in first out saat panen raya. Saat ini antrian petani sudah mulai terurai tidak seperti saat puncaknya kemarin di mana petani bisa mengantri hingga dua hari untuk menjual produksinya,” katanya. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top