TRANSPORTASI LAUT: Bangun terminal penumpang, Pelindo III siapkan Rp300 miliar

JAKARTA: PT Pelindo III akan membangun terminal penumpang modern baru pada Januari 2013 untuk menambah daya tampung penumpang di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  14:04 WIB

JAKARTA: PT Pelindo III akan membangun terminal penumpang modern baru pada Januari 2013 untuk menambah daya tampung penumpang di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Pembangunan terminal penumpang tahap 1 direncanakan dimulai pada Januari 2013 dan akan berakhir pada 2013.

Total luas lantai terminal penumpang mencapai 16.500 m2 dengan kapasitas penumpang mencapai 4.000 orang.

Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto mengatakan pembangunan penumpang akan dilakukan dalam dua tahap. “Estimasi biaya [untuk pembangunan tahap I dan II] kurang lebih Rp300 miliar,” ujarnya Rabu, (12/12).

Pembangunan pada tahap dua direncanakan mulai dikerjakan pada  2014. Pembangunan tahap II meliputi pembangunan gedung pusat perkantoran seperti Syahbandar, Otoritas pelabuhan, Pelindo, bisnis maritime, mall dan apartemen.

Edi menjelaskan estimasi untuk pembangunan tahap I terminal penumpang modern itu mencapai Rp66 miliar. Bangunan terminal penumpang itu terdiri dari tiga lantai untuk pelayanan penumpang kapal laut dan bangunan empat lantai digunakan untuk pilot station (stasiun pandu).

Komisi lelang. tambah dia, pada Selasa 11/12/2012 telah memutuskan bahwa PT Hutama Karya, Tbk sebagai pemenang lelang pembangunan tahap I terminal modern itu.

“Hasil [pertemuan] kemarin Hutama Karya [pemenang lelang], namun hari ini masih negosiasi lagi mungkin lebih murah, kan prosedurnya gitu. Nanti akan diajukan pada Direksi Pelindo agar mendapat persetujuan penetapan pemenang [agar] awal 2013 mulai dikerjakan,” katanya.

Menurutnya, tujuh perusahaan yang mengikuti proses tender itu terdiri dari enam BUMN dan satu perusahaan swasta.  Enam BUMN yaitu, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adi Karya Tbk, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Hutama Karya Tbk dan PT Waskita Karya. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top