Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTAMINA: Raup Rp800 miliar dari efisiensi tanker

JAKARTA-- PT Pertamina (Persero) memproyeksikan mampu melakukan efisiensi sekitar Rp800 miliar dari total biaya operasional sebesar Rp9 triliun dengan meningkatkan kepemilikan tanker.
Muhamad Arsyad Paripurna
Muhamad Arsyad Paripurna - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  19:46 WIB

JAKARTA-- PT Pertamina (Persero) memproyeksikan mampu melakukan efisiensi sekitar Rp800 miliar dari total biaya operasional sebesar Rp9 triliun dengan meningkatkan kepemilikan tanker.

Subagjo Hari Moeljanto, Vice President Commercial and Development PT Pertamina (Persero) menuturkan penambahan kapal dinilai mampu menggenjot efisiensi biaya transportasi minyak sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Pada akhirnya, tegas Subagjo, efisiensi ini juga akan membuat harga jual minyak Pertamina semakin bersaing.

Perusahaan tersebut telah menyiapkan rencana penambahan tanker baru pada periode 2012—2015, antara lain kapal tanker small 3500 dead weight ton (dwt) sebanyak 7 unit, kapal tanker LBO small 4000 dwt 2 unit, kapal tanker GP 17500 dwt 7 unit, kapal tanker MR 30000 dwt 3 unit, kapal tanker Aframax 85000 dwt 2 unit, kapal LPG 5000 cum 1 unit, kapal VLGC 84000 cum 1 unit, dan kapal VLCC 260000 dwt 1 unit.

“Total biaya transportasi menjadi pertaruhan Pertamina dalam persaingan global bisnis hilir minyak dan gas,” tuturnya dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (12/12/2012).

Pertamina berkomitmen untuk mengedepankan kerja sama dengan mitra nasional untuk membangun kapal yang dibutuhkan perusahaan.

Perusahaan tersebut kembali menambah kapal Aframax pengangkut minyak mentah berkapasitas 85.000 dwt bernama Gamkonora.

Kapal Gamkonora tersebut dibangun perusahaan Cina Newtimes Shipbuilding sejak 2010. Kapal ini diharapkan dapat memperkuat armada transportasi minyak mentah dalam negeri. “Untuk membangun kapal ini, Pertamina mengeluarkan dana sekitar US$52,8 juta,” ujarnya.

Kapal ini direncanakan meninggalkan area galangan pada 8 Desember 2012 dan mulai beroperasi pada akhir Desember 2012. Kapal ini akan mengangkut minyak mentah dari dan ke pelabuhan unit pengolahan Pertamina.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top