PENUMPANG PESAWAT: Otoritas Bandara Auckland incar pertumbuhan trafik 500%

JAKARTA: Otoritas Bandara Internasional Auckland Selandia Baru (Auckland Airport-New Zealand) akan mengembangkan hubungan dan kemitraan industri dengan pasar Indonesia.Instansi terkait menargetkan kunjungan wisatawan asal Indonesia yang mengunjungi New
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  14:31 WIB

JAKARTA: Otoritas Bandara Internasional Auckland Selandia Baru (Auckland Airport-New Zealand) akan mengembangkan hubungan dan kemitraan industri dengan pasar Indonesia.Instansi terkait menargetkan kunjungan wisatawan asal Indonesia yang mengunjungi New Zealand melalui Auckland Airport tumbuh lima kali lipat pada tahun 2020.Pada 2011, otoritas Auckland Airport mencatat pertumbuhan traffic penumpang sebesar 20%.Auckland Airport Aeronautical Development and Alliances Manager Peppy Adi Purnomo mengatakan pada tahun ini jumlah turis asal Indonesia yang berkunjung ke Selandia Baru mencapai 12.000.

Peppy juga menjelaskan 38.000 pengunjung ke Bali adalah berpaspor New Zealand. Tahun depan pihak maskapai dari New Zealand akan membuka penerbangan dari Bandara Auckland menuju Bandara Ngurah Rai Bali.“Potensi pengunjung dari Indonesia sangat besar ke Selandia Baru dan maskapai asal Indonesia seperti Garuda Indonesia sudah ada indikasi-indikasi [penerbangan menuju Auckland]. Itu target buat kita,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/12).Peppy mengungkapkan Auckland Airport menargetkan kunjungan 24 juta penumpang  per tahun pada 2025.   Lebih dari 70% pengunjung, tuturnya, yang masuk ke New Zealand melalui Auckland Airport dan dikunjungi oleh 20 maskapai penerbangan internasional.Menurutnya beberapa maskapai ternama yang telah melakukan penerbanagn ke Auckland Airport adalah Singapore Airlines, Malaysia Airlines, Qantas Airways dan Jetstar.  Duta Besar New Zealand untuk Indonesia David Taylor menjelaskan negaranya terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PM New Zealand John Key dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali pada April 2012. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top