Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA TRISULA: Incar peningkatan produksi 20%

JAKARTA: PT Trisula International Tbk. akan meningkatkan produksinya sebesar 20% pada 2013, seiring dengan besarnya peningkatan penjualan produk fashionnya, baik untuk ekspor maupun di pasar lokal.Perusahaan yang memproduksi beberapa produk apparel dengan
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  15:17 WIB

JAKARTA: PT Trisula International Tbk. akan meningkatkan produksinya sebesar 20% pada 2013, seiring dengan besarnya peningkatan penjualan produk fashionnya, baik untuk ekspor maupun di pasar lokal.Perusahaan yang memproduksi beberapa produk apparel dengan brand ternama seperti Jack Nicklaus, G2000, JOBB, Uni Asia, dan Man Club ini, sebesar 80% dari produknya di ekspor ke sejumlah negara, a.l. Ke Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan ke Eropa."Kami akan meningkatkan volume ekspor produk ke beberapa negara tersebut sekitar 10%, dan produksi untuk pasar dalam negeri juga 10%," kata Lisa Tjahjadi, Direktur Utama Perseroan PT Trisula International Tbk. di Jakarta, Selasa (11/12).Dia menuturkan produknya yang banyak diekspor adalah berupa celana panjang, dan setelan jas, dan busana kerja.Lisa mengatakan untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis ke depan, perusahaannya melakukan investasi di bidang teknologi informasi dengan menggandeng Microsoft."Kerja sama ini dimulai pada 1 November 2012. Proyeknya bernama Keep the Promise. Diharapkan aplikasi Microsoft ini bisa dioperasikan pada April 2013," ungkapnya.Lisa menjelaskan untuk memasarkan produknya di dalam negeri, pihaknya kini memiliki sekitar 227 gerai yang tersebar di Indonesia. Dia mengatakan pada 2013 nanti, akan menambah gerainya menjadi 270 unit.Gerai tersebut berupa toko sekitar 10%, dan sisanya berupa counter yang tersebar di pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Untuk membuka satu toko invetasinya berkisar Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Sedangkan untuk counter sekitar Rp50 juta-Rp100 juta.Lisa menyebutkan penjualannya hingga September tahun ini sudah mencapai Rp403 miliar, atau naik sebesar 14% dari priode yang sama pada 2011. Kenaikan ini diiringi dengan pencatatan laba bersih sebesar Rp21,6 miliar."Pada akhir tahun ini kami menargetkan penjualan meningkat sampai 18%, dan mengharapkan kenaikan laba bersih mencapai 41%," tambah Lisa.Dia mengatakan penjualannya pada 2010 mencapai Rp383 miliar, dan 2011 meningkat menjadi Rp471 miliar. Untuk memproduksi seluruh produknya dan memasarannya, kata Lisa, perusahaannya mempekerjakan sekitar 4.000 pegawai dan buruh. "Alhamdulillah, produksi kami berjalan lancar selama ini, tidak ada gangguan dari mogok buruh, yang belakangan ini ramai. Pekerja di tempat kami baik-baik," ujarnya.Dia juga menyebutkan kenaikan UMR pada 2013, akan berdampak pada perusahaan yang padat karya. Namun kenaikan terbesar masih di sekitar Jabodetabek, yang mengalami hampir 40%. Sementara di Jawa Barat masih di kisaran 13%."Dalam menghadapi kenaikan upah ini, kami sudah mengambil langkah preventif dengan meningkatkan daya saing para pramuniaga di sekitar Jabodetabek melalui pelatihan yang efektif, sehingga dapat meningatkan produktifitas penjualan," ujarnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top