DEFISIT NERACA PERDAGANGAN: Berisiko Perlebar Current Account

JAKARTA--Defisit neraca perdagangan berisiko memperlebar defisit transaksi berjalan (current account) dari proyeksi 2,2% terhadap PDB menjadi kisaran 2,4% terhadap PDB.Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan defisit
Diena Lestari | 04 Desember 2012 18:26 WIB

JAKARTA--Defisit neraca perdagangan berisiko memperlebar defisit transaksi berjalan (current account) dari proyeksi 2,2% terhadap PDB menjadi kisaran 2,4% terhadap PDB.Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan defisit neraca perdagangan kumulatif Januari-Oktober 2012 disebabkan oleh tingginya importasi minyak dan pesawat."Mudah-mudahan masih bisa surplus lah [sampai akhir tahun]. Tapi tergantung kondisi global terkait lah," katanya di Kemenkeu, Selasa (04/12).Defisit tersebut di luar espektasi pemerintah dan Bank Indonesia. Pasalnya, pemerintah dan Bank Indonesia, lanjut Bambang, memproyeksi terjadinya penurunan impor pada kuartal IV/2012."Ekspor mudah-mudahan tidak terlalu turun, sedikit membaik lah. Mudah-mudahan masih bisa surplus pada November-Desember," ujarnya.Bambang menuturkan persepsi investor atas Indonesia masih positif karena defisit transaksi berjalan masih berada dalam batas toleransi, yakni di bawah 3% dari PDB.Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi berjalan pada kuartal I/2012 membentuk defisit 1,5% PDB atau US$3,2 miliar. Pada kuartal II/2012, defisitnya melebar menjadi US$6,9 miliar atau 3,1% PDB.Namun, pada kuartal III/2012 defisit transaksi berjalan kembali turun ke level 2,38% PDB atau US$5,3 miliar. Adapun pada kuartal IV/2012 diproyeksi turun menjadi 2,2% PDB."Sempat ditargetkan di kuartal IV/2012 2,2% PDB defisit current accout-nya. Ya antara 2,2% PDB sampai 2,4% PDB lah kalau ada pelemahan sedikit," kata Bambang.  (if) 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup