Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WASKITA fokus di Properti, Jalan Tol & Pabrik Precast Beton

JAKARTA-Waskita Karya akan terus mengembangkan sayap usaha perusahaan dengan cara ambil bagian dalam usaha properti, pengembangan jalan tol, dan memproduksi sendiri precast beton. Nilai investasi tiga jenis usaha baru tersebut diperkirakan mencapai Rp350
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Desember 2012  |  19:01 WIB

JAKARTA-Waskita Karya akan terus mengembangkan sayap usaha perusahaan dengan cara ambil bagian dalam usaha properti, pengembangan jalan tol, dan memproduksi sendiri precast beton. Nilai investasi tiga jenis usaha baru tersebut diperkirakan mencapai Rp350 miliar.Production General Menager and Investor Relation Waskita Karya, Agus Sugiono mengungkapkan pengembangan usaha bertujuan untuk menambah investasi dan mendukung kinerja perusahaan agar semakin baik.“Kami sedang mengembangkan usaha di tiga bidang yakni produksi precast beton untuk kebutuhan sendiri dan komersial, usaha properti yakni membangun office and commercial dan masuk dalam usaha jalan tol”  ungkap Agus di Kantor Waskita, Jakarta (4/12).Agus menjelaskan perusahaan sudah berhasil memproduksi precast beton yang selama ini perusahaan selalu membeli ke kompetitor lain. Perusahaan produksi beton itu sudah berdiri di Benoa-Bali dan akan pindah ke Cibitung pasca proyek tol Nusa Dua-Ngura Rai-Benoa yang dua ruasnya digarap Waskita selesai.Nilai investasi untuk perusahaan beton ini diperkirakan mencapai Rp100 miliar yang khusus dialokasikan untuk membeli mesin-mesin pabrik.“Itu kita bangun juga untuk mendukung proyek tol di mana seksi dua dan empat ditangani Waskita. Jadi sudah berproduksi. Kapasitas produksi mencapai 350.000 ton per tahun. Harapannya tahun 2016 bisa memproduksi 850.000 ton per tahun. Untuk pabrik sejenis di Indonesia, mungkin baru 10 pabrik sehingga peluangnya cukup bagus” ungkap Agus.Dengan memproduksi sendiri beton, Agus memprediksi perusahaan dapat menghemat 10%-14%. Adapun perusahaan itu akan memproduksi tiang pancang, balok girder dan slab. “Terutama untuk kebutuhan sendiri tapi tidak tertutup untuk komersial” paparnya.Untuk usaha tol, Agus menjelaskan Waskita Karya juga akan ikut berinvestasi dalam usaha jalan tol. Dana yang disediakan sekitar Rp100 miliar untuk proyek pembangunan jalan bebas hambatan itu. Hingga sejauh ini selain tol Nusa Dua-Ngura Rai-Benoa, Waskita akan menggarap ruas Depok-Antasari.“Pasar tol di Indonesia sasarannya jelas yakni MP3EI dimana menargetkan 1000 kilometer baik di wilayah Sumatra, Jawa dan Bali. Nanti di wilayah itu juga Waskita akan ikut ambil bagian” papar Agus.Agus mengaku Waskita tidak cemas bahwa banyak proyek tol yang tersendat karena masalah pembebasan lahan. “Masalah pembebasan lahan kami tidak terlalu cemas karena ke depan akan ada Undang-Undang baru, itu pasti akan sangat membantu” jelasnya.Sementara untuk usaha properti, Agus mengungkapkan Waskita akan membangun office and commercial 16 lantai di daerah MT Haryono atau sekitar kantor Waskita .dengan nilai investasi mencapai Rp150 miliar.“Lahannya udah ada 350 meter kubik dan rencananya 16 lantai. Sekarang kita sedang marketing dan kemudian konstruksi. Kemungkinan groundbreaking bisa dimulai pada semester pertama tahun depan” jelas Agus.Waskita sendiri bukan pemain baru dalam hal properti, periode 80-90an Waskita memiliki beberapa properti perumahan di daerah Yogyakarta dan Malang. “Sekarang properti booming lagi, maka kita juga akan ambil bagian dalam properti” ungkapnya.Sementara untuk ekspansi ke luar negeri, Agus menjelaskan Waskita memfokuskan diri di daerah Timur Tengah sebagai sub kontraktor. Waskita lebih memilih menjadi sub kontraktor karena belum menguasai dengan baik regulasi dan tendor di luar negeri sehingga dikuatirkan akan bermasalah.“Untuk saat ini belum saatnya menjadi kontraktor utama karena kita belum menguasai dengan baik tendor, jaminanan-jaminan yang berkaitan dengan pihak perbankan kemudian hukum legalnya sehingga kami kuatirkan bermasalah di kemudian hari” jelasnya.Agus melanjutkan untuk menggarap proyek di luar negeri pihaknya tetap selektif dengan memilih proyek yang memiliki margin cukup baik. (Bsi) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Thomas Mola

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top