Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS DAGING SAPI: Kuota impor sementara belum ditambah

JAKARTA: Pemerintah belum berencana menambah kuota impor daging sapi di tengah lonjakan harga komoditas itu yang melampaui Rp90.000 per kg.Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan pihaknya berpegang pada data yang disampaikan Kementerian
Siti Harianti Manurung
Siti Harianti Manurung - Bisnis.com 19 November 2012  |  18:26 WIB

JAKARTA: Pemerintah belum berencana menambah kuota impor daging sapi di tengah lonjakan harga komoditas itu yang melampaui Rp90.000 per kg.Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan pihaknya berpegang pada data yang disampaikan Kementerian Pertanian bahwa jumlah sapi di rumah pemotongan hewan masih cukup.“Belum ada perubahan kebijakan untuk konteks impor. Yang jelas, kita masih tetap. Karena Kementerian Pertanian mengatakan cukup, oke mari kita isi,” katanya di Jakarta, Senin (19/11).Berdasarkan pantauan Kemendag di sejumlah pasar tradisional di Jabodetabek akhir pekan lalu, harga daging memang melejit antara Rp98.000-Rp105.000 per kg. Padahal saat kondisi normal di luar Lebaran, harga daging seharusnya berkisar Rp65.000-Rp75.000 per kg.Sebagian pedagang juga tidak berjualan sehingga kegiatan jual beli daging sapi di pasar tradisional nyaris sepi. Bayu mengatakan pantauan akan diperluas ke wilayah lain, paling tidak daerah yang selama ini dimonitor tingkat inflasinya.Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang berhenti berjualan karena imbauan dari asosiasi pedagang daging sapi untuk berhenti berjualan menyusul pasokan yang langka dan harga yang terlampau tinggi.Lebih jauh lagi, Asosiasi Pengusaha Feedloter Indonesia (Apfindo) mengemukakan aksi mogok para pedagang merupakan buntut dari kebijakan Pemprov Jatim yang menghentikan pengeluaran sementara ternak sapi dari provinsi itu.“Kami masih akan telusuri lebih lanjut kenapa sampai seperti itu. Tapi, di RPH (rumah pemotongan hewan) memang terjadi penurunan pemotongan. Di pedagang tidak ada atau mereka tidak berjualan, di RPH-nya juga menurun,” ujar Bayu.Menurutnya, selama Kementan melaporkan stok sapi potong di dalam negeri masih cukup, kran impor daging sapi tidak akan kembali dibuka.Untuk itu, pihaknya meminta Kementan segera mendatangkan pasokan dari sentra-sentra produksi untuk mengatasi lonjakan harga.Kementan mengklaim masih cukup dengan jumlah 130.000 ekor di perusahaan penggemukan sapi yang terdiri atas 38.000 ekor sapi lokal dan 92.000 ekor sapi impor.Bayu mengatakan Kementan perlu menyampaikan data konkret mengenai jumlah sapi yang akan didatangkan dari sentra, waktu pengangkutan hingga tiba di Jabodetabek yang menjadi sentra konsumsi terbesar. Data itu juga harus mencakup volume hingga jenis daging sapi.“Ini situasi yang riil. Jangan karena kita kurangi impor, kemudian selesai. Tidak bisa seperti itu. Mahalnya harga daging, pedagang yg tidak berjualan adalah masalah lain yang harus diselesaikan,” ujarnya.Seperti diketahui, kuota impor sapi bakalan dipangkas dari semula 400.000 ekor pada 2011 menjadi 283.000 ekor tahun ini. Sementara, impor daging beku yang pada 2011 mencapai 90.000 ton, tahun ini hanya 34.000 ton.Pemerintah kemudian menambah alokasi impor daging 7.000 ton pada Juli lalu untuk memenuhi kebutuhan industri daging olahan. (08/Bsi)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top