Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAMPANYE ANTIKERTAS RI: APP Tak Pasok Kertas ke Disney

JAKARTA: PT Asia Pulp and Paper menyatakan tidak pernah memasok kertas kepada Walt Disney, perusahaan hiburan raksasa asal Amerika Serikat itu.Disney sebelumnya memutuskan berhenti menggunakan kertas produksi APP karena dianggap menyumbang deforestasi
Siti Harianti Manurung
Siti Harianti Manurung - Bisnis.com 31 Oktober 2012  |  19:11 WIB

JAKARTA: PT Asia Pulp and Paper menyatakan tidak pernah memasok kertas kepada Walt Disney, perusahaan hiburan raksasa asal Amerika Serikat itu.Disney sebelumnya memutuskan berhenti menggunakan kertas produksi APP karena dianggap menyumbang deforestasi hutan hujan (rainforest) di Indonesia.Managing Director Affairs Corporate Affairs & Communications APP Hendra Gunawan mengatakan tuduhan yang dilancarkan Disney kepada pihaknya berkaitan dengan persaingan dagang yang tidak sehat dan merupakan kampanye negatif bagi kertas asal Indonesia.“Itu tuduhan yang tidak pantas kepada Indonesia, termasuk APP. Kami sendiri tidak merasa itu kertas-kertas yang diproduksi APP,” katanya di Jakarta, Rabu (31/10).Menurutnya, Disney yang juga penerbit terbesar buku anak-anak dan majalah selama ini mendapatkan pasokan kertas dari perusahaan-perusahaan percetakan di AS.APP, kata Hendra, memang mengekspor kertas ke AS, tetapi pihaknya tak dapat memastikan apakah kertas yang diperoleh Disney dari pemasoknya adalah produk yang dihasilkan APP.“Kami ekspor memang ada, tapi kami tidak bisa mengidentifikasi kertas itu dijual ke siapa-siapa lagi,” jelasnya.Hendra menuturkan APP selama ini berkomitmen menjalankan pengelolaan hutan lestari dan berkelanjutan.Empat dari lima pabrik kertas di bawah Grup APP bahkan telah mengantongi sertifikat sesuai ketentuan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK), yakni Indah Kiat Pulp & Paper, Pindo Deli Pulp & Paper, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dan Ekamas Fortuna.Dengan sertifikat itu, APP teruji memperoleh bahan baku dengan cara yang legal. “Kami bisa petakan source-nya (sumbernya) dari mana saja,” ujarnya.Pihaknya bersedia menunjukkan proses produksi hingga cara APP memperoleh baku kepada Disney. Namun sebelumnya, pemerintah harus melakukan komunikasi dulu dengan Disney mengingat APP tak memiliki jalur komunikasi langsung dengan produsen film kartun dunia itu.“Dia bukan buyer kami. Kami tak punya jalurnya. Yang kompeten adalah pemerintah,” ujarnya.APP Group memiliki kapasitas produksi pulp dan kertas sebesar 9,2 juta ton per tahun dengan total kapasitas produksi pulp sebesar 3,3 juta ton per tahun.   Adapun untuk produksi kertas, sekitar 60% diekspor, sedangkan sisanya digunakan untuk memenuhi pasar domestik. Dari total ekspor 5,9 juta ton, pangsa pasar Asia mencapai 65%, dengan China dan Jepang sebagai pasar utama. Amerika Serikat menyerap 10%, disusul Eropa 7% dan Australia 3%. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyampaikan Kementerian Kehutanan berkompeten menjelaskan apakah produksi kertas APP telah memenuhi aspek hutan lestari dan berkelanjutan.(08/Bsi)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top