Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JUAL-BELI GAS: 5 Perjanjian ditandatangani

NUSA DUA: Sebanyak 5 perjanjian jual beli gas (PJBG) telah ditandatangani. Kontrak jual beli gas untuk memenuhi kebutuhan domstik, khususnya kelistrikan memberikan potensi bagi pendapatan Negara pada periode kontrak US$192 juta.
Anne Rufaidah
Anne Rufaidah - Bisnis.com 09 Oktober 2012  |  17:17 WIB

NUSA DUA: Sebanyak 5 perjanjian jual beli gas (PJBG) telah ditandatangani. Kontrak jual beli gas untuk memenuhi kebutuhan domstik, khususnya kelistrikan memberikan potensi bagi pendapatan Negara pada periode kontrak US$192 juta.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (BP Migas) R. Priyono mengatakan perjanjian jual beli gas itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Ini semua untuk kepentingan domestic,” ujarnya seusai pembukaan acara Gas Information Exchange in the Western Pacific Area (GASEX) 2012 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10). Perjanjian itu kontrak itu dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.

Kontrak yang ditandatangani antara lain antara PT. Pengembangan Investasi Riau dengan JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang. Pengaliran gas dimulai 1 November 2012 sebesar tujuh hingga 16 miliar british thermal unit per hari (BBTuD) selama tujuh tahun.

Perkiraan pendapatan Negara untuk kontrak ini mencapai US$110 juta. Kontrak lainnya diperuntukkan untuk sektor kelistrikan di Nunukan, Kalimantan Timur. Perusahaan Daerah Nusa Serambi Persada dan JOB Pertamina – Medco Simenggaris sepakat untuk mengalirkan gas sebesar 2,5 hingga 5 BBTuD mulai tahun 2013 selama 11 tahun. Perkiraan pemdapatan Negara sebesar US$ 45,6 juta.

Priyono mengungkapkan, khusus untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan dan industri untuk daerah, BP Migas memberikan hak istimewa bagi daerah untuk mendapatkan gas. ”Tentunya dengan mempertimbangkan keekonomian lapangan dan kemampuan daerah,” katanya.

BP Migas berkomitmen untuk meningkatkan pasokan gas untuk domestik.

Pada 2011 lalu, volume yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebesar 3.177 BBTUD atau sekitar 40% dari lifting gas.

Dibanding volume gas dalam negeri lima tahun lalu besaran tersebut meningkat 200%. “Pada 2012 ini akan semakin meningkat lagi," ujarnya.

Priyono mengingatkan, industri hulu migas tidak memiliki fleksibilitas memanfaatan gas yang diproduksikan untuk konsumen dalam negeri apabila infrastruktur yang lengkap tidak terwujud. “Pembangunan infrastruktur harus dipercepat. Terlebih ke depan akan lebih banyak proyek gas yang berproduksi,” katanya.(msb)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Firman Hidranto

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top