Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VAKSIN BIO FARMA: Waduh.. Surat belum turun, vaksin imunisasi tertahan di gudang!

SURABAYA: PT Bio Farma berencana menghentikan sementara kegiatan produksi untuk menghindari penumpukan barang di gudang penyimpanan, karena hingga kini belum bisa mendistribusikan vaksin ke seluruh provinsi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  08:05 WIB

SURABAYA: PT Bio Farma berencana menghentikan sementara kegiatan produksi untuk menghindari penumpukan barang di gudang penyimpanan, karena hingga kini belum bisa mendistribusikan vaksin ke seluruh provinsi.

 

Direktur Pemasaran PT Bio Farma Sarimudin Sulaeman di Surabaya Rabu malam 30 Mei 2012, mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan kontrak kerja pengadaan dan pendistribusian vaksin dari Kementerian Kesehatan.

 

"Produksi hampir berhenti karena tidak ada barang yang mengalir dan semuanya masih menumpuk di gudang penyimpanan," kata Sarimudin usai pembukaan Pertemuan Nasional Koordinasi Pelaksanaan Intensifikasi Imunisasi Rutin 2012.

 

Didampingi Direktur Keuangan PT Bio Farma Mohammad Sofie A Hasan serta Direktur Riset dan Pengembangan Elvin Fajrul Jayasaputrad, ia mengatakan, surat kontrak dari Kementerian Kesehatan rencananya baru ditandatangani pada Juni mendatang.

 

"Jadi, ini bukan salah Bio Farma. Tapi, kami minta Dinas Kesehatan di seluruh provinsi untuk mengecek persediaan vaksin di daerahnya agar bisa segera mengajukan permohonan tambahan ke kementerian kesehatan," katanya.

 

Molornya pendistribusian vaksin tersebut tidak lepas dari kegagalan dua kali tender pengadaan vaksin yang dilakukan pemerintah pada awal 2012.

 

"Tender pertama gagal, karena pesertanya hanya satu perusahaan, yakni Bio Farma. Begitu juga saat tender kedua. Kami kemudian mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan agar mendapatkan kontrak tersebut," ujar Sarimudin.

 

Tak kunjung turun

Namun, surat kontrak pengadaan vaksin itu tidak kunjung turun dan ditandatangani, karena Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia pada awal Mei lalu.

 

Sarimudin tidak menyebutkan jumlah vaksin untuk memenuhi kebutuhan imunisasi sekitar lima juta balita di seluruh Indonesia.

 

Dia hanya mengatakan dari sekitar satu miliar dosis vaksin yang dihasilkan Bio Farma, sekitar 40% untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan 60% kelebihannya diekspor.

 

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Tjandra Yoga Aditama ketika dikonfirmasi menyatakan optimistis surat kontrak pengadaan dan pendistribusian vaksin bisa segera turun.

 

"Saya belum cek suratnya, tapi itu mungkin hanya masalah administrasi. Mudah-mudahan secepatnya bisa segera turun suratnya," katanya.

 

Dia mengakui, program imunisasi belum sepenuhnya merata di semua daerah, karena keterbatasan sumber daya manusia yang memahami masalah vaksin dan kemampuan distribusi logistik yang tidak menjangkau seluruh wilayah pelosok.

 

Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 menargetkan program imunisasi bisa mampu mencakup hingga 90% bayi usia 0-11 bulan di seluruh daerah. (Antara/Bsi)

 

BERITA LAINNYA:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top