Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERKEBUNAN TEH: Lahan terus berkurang digerogoti proyek properti

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  02:30 WIB

 

Perkembangan perkebunan teh 2000-2009

ParameterJumlah
Penyusutuan lahan2.584 ha/tahun
Penurunana produksi1.470 ton/tahun

Sumber: Kementerian Pertanian

 

 

JAKARTA: Luas areal perkebunan teh terus merosot dari tahun ke tahun akibat dikonversi ke komoditas lain serta kebutuhan properti.

 

Rochayati, Kepala Bidang Usaha Pusat Penelitian Teh dan Kina PT Riset Perkebunan Nusantara,  mengatakan areal perkebunan teh yang elevasi tanah lebih dari 1.200 meter di atas permukaan air laut beralih ke komoditas kopi arabika, hortikultura, dan kebutuhan properti.

 

"Penurunan areal perkebunan teh disebabkan beralih ke komoditas lain. Untuk area perkebuan dengan ketinggian di bawah 800 meter di atas permukaan air laut beralih ke kelapa sawit dan karet," ujarnya kepada Bisnis, Selasa 29 Mei 2012.

 

Azwar A.B, Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian mengatakan produksi teh terus turun setiap tahun. Padahal, kebutuhan teh di dalam negeri terus meningkat, sehingga impor dipastikan terus meningkat.

 

"Teh juga memprihatinkan, produksi terus turun. Ini seharusnya mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah," jelasnya.

 

Areal perkebunan teh sekitar 127.411 hektare terdiri dari milik perkebunan besar swasta 25%, milik PTPN 31%, dan perkebunan rakyat 44%.

 

Sebagian besar perusahaan perkebunan teh mengalami kerugian setiap tahun. Dampak dari penurunan produksi itu membuat ekspor komoditas itu terus menurun. Produktivitas teh di dalam negeri juga dinilai masih rendah yaitu hanya 1,5 ton per ha per tahun.

 

Sejak 2000-2009, areal perkebunan teh turun 1,7% atau 2.584 ha per tahun, sedangkan produksi turun 0,9% per tahun atau 1.470 ton per tahun.(sut)

 

 

 

 

BACA JUGA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top