Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AGRIBISNIS KAKAO: Gerakan nasional tak tuntas

JAKARTA: Target gerakan nasional (gernas) kakao seluas 450.000 hektare tidak selesai pada tahun ini, karena realisasi gerakan itu sampai akhir tahun ini diprediksikan hanya sekitar 423.148 ha atau 94%, sehingga sisanya 26.852 ha harus diselesaikan pada
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  16:39 WIB

JAKARTA: Target gerakan nasional (gernas) kakao seluas 450.000 hektare tidak selesai pada tahun ini, karena realisasi gerakan itu sampai akhir tahun ini diprediksikan hanya sekitar 423.148 ha atau 94%, sehingga sisanya 26.852 ha harus diselesaikan pada tahun depan.Gerakan nasional kakao bertujuan untuk meningkatkan produksi biji kakao. Program itu awalnya akan dilaksanakan pada 2009-2011 dengan anggaran sekitar Rp3,5 triliun untuk merevitaliasi 450.000 ha areal perkebunan kakao.

 

Namun, target gernas tersebut belum tercapai, sehingga dilanjutkan pada tahun ini.Anggaran gernas kakao pada 2009 Rp triliun, Rp0,5 triliun pada 2010, dan pada 2011 sebesar Rp1,2 triliun, sedangkan tahun ini Rp500 miliar. Total anggaran gernas kakao sejak 2009-2012 sebesar Rp3,2 triliun.Direktur Tanaman Segar dan Rempah Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Azwar A.B. mengatakan total areal kakao di Tanah Air seluas 1,6 juta ha. Kondisi tanaman kakao yang sudah tua seluas 205.428 ha atau 15%.Gernas kakao dilakukan melalui kegiatan peremajaan, intensifikasi, dan rehabilitasi. Menurutnya, realisasi peremajaan perkebunan karet sampai 2012 mencapai 80.108 ha.

 

Peremajaan kakao itu dilakukan dengan bibit SE (somatic embryogenesis) yang dibagikan kepada petani.Menurutnya, masih banyak perkebunan kakao yang sudah berusia tua yang belum direvitalisasi. "Masih ada 125.000 ha yang tidak diapa-apakan dari tanaman yang rusak dan tua," ujarnya kepada Bisnis, Selasa 29 Mei 2012. (ra) 

 

BACA JUGA

-Harga emas memburuk dalam 13 tahun terakhir

-Pelabuhan Merak harus tambah dermaga 

-Tarif bongkar muat di Priok digodok

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top