Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KERUSAKAN HUTAN harusnya diminimalisasi dalam pembukaan kebun sawit

JAKARTA: Greenomics Indonesia menilai kerusakan hutan (deforestasi) seminimal mungkin, akan dapat dilakukan dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  14:26 WIB

JAKARTA: Greenomics Indonesia menilai kerusakan hutan (deforestasi) seminimal mungkin, akan dapat dilakukan dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

 

Caranya dengan mempertahankan blok-blok hutan alam dengan luasan efektif untuk dikonservasi yang terdapat di areal konsesi sawit.Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi Greenomis Indonesia membuat laporan terbaru yang mengungkapkan deforestasi seminimal mungkin dapat dilakukan dalam pembangunan perkebunan sawit.Laporan tersebut juga memperlihatkan bahwa deforestasi nihil (zero deforestation) sulit diwujudkan. Laporan tersebut mengambil studi kasus pada tiga konsesi perkebunan sawit milik Sinarmas di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.Alasan pengambilan studi kasus tersebut adalah untuk mengobservasi pelaksanaan kebijakan konservasi hutan oleh grup sawit Sinarmas (Golden Agri-Resources/GAR), yang dideklarasikan pada 9 Februari 2011 lalu dan mendapatkan dukungan Greenpeace.Menurutnya, laporan Greenomics tersebut memperlihatkan areal-areal hutan rawa sekunder yang masih efektif untuk dikonservasi, tetapi masuk ke dalam blok-blok Izin Pemanfaatan Kayu (IPK), hampir seluruhnya tidak dikonversi menjadi areal penanaman sawit.Namun, praktik deforestasi tetap terjadi, dan dilakukan pada blok-blok hutan rawa yang dinilai tidak efektik untuk dikonservasi, baik yang masuk dalam blok-blok IPK maupun di luar blok-blok IPK."Sehingga, lebih dari 40.000 pohon komersil ditebang oleh tiga konsesi sawit Sinarmas tersebut, yang kemudian di lokasi-lokasi tersebut ditanami sawit," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin 28 Mei 2012.Laporan tersebut, katanya, ditemukan pola perpindahan lokasi penanaman sawit pada areal konsesi-konsesi sawit dari areal yang berhutan rawa yang dianggap efektif untuk dikonservasi ke lokasi areal berhutan rawa yang dinilai tidak efektif untuk dikonservasi."Di samping terdapat blok-blok penanaman sawit di areal yang sama sekali tidak berhutan," kata Elfian. (ra)

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top