Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BISNIS PROPERTI: Sektor rumah menengah di Bali membaik

DENPASAR: Kantor Bank Indonesia Denpasar mencatat kinerja sektor bangunan di Bali meningkat dibandingkan pencapaian triwulan sebelumnya, menjadi sebesar 13,23% (yoy) seiring kuatnya investasi yang dilaksanakan sejak 2011.Pemimpin Kantor Bank Indonesia
Matroji
Matroji - Bisnis.com 27 Mei 2012  |  16:10 WIB

DENPASAR: Kantor Bank Indonesia Denpasar mencatat kinerja sektor bangunan di Bali meningkat dibandingkan pencapaian triwulan sebelumnya, menjadi sebesar 13,23% (yoy) seiring kuatnya investasi yang dilaksanakan sejak 2011.Pemimpin Kantor Bank Indonesia Denpasar Dwi Pranoto mengakui kinerja sektor ini cenderung meningkat dalam beberapa periode terakhir. Menguatnya sektor bangunan juga diindikasikan oleh Survey Harga Properti Residensial yang menunjukkan peningkatan indeks 0,22% pad angka riwulanan.Subsektor bangunan, lanjutnya, memberikan kontribusi terhadap perekonomian Bali yang terhitung dari produk domestik regional bruto sebesar 4%. “Secara tahunan meningkat 1,11% (yoy). Peningkatan permintaan terutama ditunjukkan oleh properti tipe menengah,” katanya, hari ini.Perkembangan indikator lainnya, lanjutnya, termasuk konsumsi semen juga masih menunjukkan pertumbuhan tinggi. Konsumsi semen pada triwulan I/2012 mampu tumbuh 13,15% (yoy) dengan volume penjualan mencapai 342,37 ribu ton. Penyaluran kredit untuk sektor bangunan juga masih tetap kuat dengan outstanding sebesar Rp773,25 miliar, atau tumbuh 42,76% (yoy).Melanjutkan sisi optimistis, PT Bali Rochmat Jaya dibawah kendali PT Graha Kencana Grup milik pengusaha asal Surabaya Nurhadi menyiapkan dana sebesar Rp32 miliar untuk proses akuisisi tanah di Kabupaten Tabanan untuk perluasan areal perumahan kelas menengah.Keinginan itu, lanjutnya, berdasarkan hasil ekspansi properti sebelumnya yang telah mampu terjual sebanyak 90% dari total rumah sederhana yang terbangun. “Bisnis properti di Bali masih sangat berpotensi tumbuh pesat karena didukung dengan brand kota wisata,” kata Nurhadi yang saat ini telah memiliki 22 proyek perumahan yang tersebar di seluruh Indonesia.Untuk sisi harga properti di Bali, Real Estate Indonesia Bali memprediksi akan mengalami kenaikan sebesar 15% seiring dengan potensi peningkatan administered price. Komponen harga yang diatur pemerintah, termasuk harga bahan bakar minyak sangat berpotensi menaikkan sejumlah harga kebutuhan pokok.Ketua Real Estate Indonesia Bali Dewa Putu Selawa mengatakan hal ini dipicu kenaikan harga semen, ongkos bahan baku bangunan dan ongkos buruh. Saat ini 25% pemain properti di Bali menahan untuk tidak menjual lahan untuk mencapai harga yang maksimal setelah kenaikan harga BBM diberlakukan.Disisi lain, kajian sementara Badan Pusat Statistik setempat menjelaskan daya beli masyarakat Bali sangat berpotensi tergerus sebesar 0,030% pada belanja tidak langsung untuk kenaikan komponen harga yang diatur pemerintah. Sementara belanja langsung akan mempengaruhi sebanyak 0,029%.“Secara detil, BPS akan menghitung kebutuhan per kapita lengkap dengan indeks kebutuhan,” kata kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Gde Suarsa. Tercatat pada triwulan III/2011  jumlah penduduk miskin di Bali mencapai 183.100 orang pada September 2011 atau naik menjadi 4,59% dibandingkan kondisi Maret 2011 yang hanya mencapai 4,20%.Kenaikan angka itu diduga karena bergesernya garis kemiskinan dari Rp233.172/kapita per bulan menjadi Rp240.543/kapita per bulan. Angka itu membuat garis kemiskinan Bali pada Sepetember 2011 mengalami peningkatan sebesar 3,16%. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top