Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASOKAN GAS: BP INdonesia siapkan 40% produksi train 3 untuk lokal

JAKARTA: BP Indonesia kembali berkomitmen memasok gas ke dalam negeri sekitar 40% dari proyek train 3 Kilang Tangguh di Papua Barat yang berkapasitas 3,8 juta ton per tahun (MTPA).Untuk pertama kalinya, Kilang Tangguh yang dioperatori BP Indonesia, secara
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 24 Mei 2012  |  16:10 WIB

JAKARTA: BP Indonesia kembali berkomitmen memasok gas ke dalam negeri sekitar 40% dari proyek train 3 Kilang Tangguh di Papua Barat yang berkapasitas 3,8 juta ton per tahun (MTPA).Untuk pertama kalinya, Kilang Tangguh yang dioperatori BP Indonesia, secara resmi akan memasok gas ke pembangkit PT PLN (Persero) sebesar 230 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) mulai 2013, yang diambil dari proyek train 1 dan 2. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan selama ini proyek gas Tangguh itu dikesankan hanya untuk ekspor, tidak  ada sedikitpun untuk dalam negeri. Namun, setelah koordinasi dan negosiasi, BP Indonesia bersedia mengubah kontraknya yang semula hanya untuk ekspor. “Selama 7 bulan ini, kami [Kementerian ESDM dan BP Migas] berbicara dengan perwakilan BP, dan akhirnya disetujui bahwa mulai tahun depan akan diberikan gas 230 MMscfd untuk Indonesia. Ini sejarah baru,” ujarnya usai penandatangan MoU antara BP Berau Ltd dengan PLN, hari ini. Bahkan, tuturnya, BP Indonesia hanya mengekspor 60% gas Tangguh train 3, sedangkan sisanya 40% akan dipasok ke konsumen dalam negeri. Komitmen tersebut, jelasnya, tertuang dalam rencana pengembangan (plan of development/POD) yang akan diajukan BP pada Juli tahun ini. “Mereka [BP] menawarkan dalam POD-nya itu [train 3], bahwa 40% gas untuk lokal dan 60% ekspor. Itu lompatan yang luar biasa karena kontrak pertama itu, gas untuk domestiknya adalah 0%,” kata Jero. Menurutnya, BP Indonesia siap berinvestasi US$11 miliar untuk menyelesaikan proyek train 3 Kilang Tangguh yang operasinya ditargetkan mulai 2018. “Besok [25 Mei], saya dan Pak Bob [Robert (Bob) Dudley, Group Chief Executive of BP Plc] akan audiensi dengan Presiden SBY di Jogja. Pak Bob akan melaporkan kepada presiden apa yang sudah ditandatangani tadi,” kata Jero. Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono mengatakan nota kesepahaman antara KKKS Tangguh, yang diwakili oleh BP Berau Ltd dengan PLN, berisi dua poin penting, yaitu rencana pasokan ekses tenaga listrik dan rencana penjualan gas bumi dari proyek LNG Tangguh saat ini serta pengembangan selanjutnya. “Dari sisi BP, PLN itu merupakan salah satu pembeli potensial. MoU ini menunjukkan bahwa BP Migas dan industri hulu migas selalu berupaya keras memasok gas untuk kebutuhan domestik,” ujarnya. BP Regional President Asia Pacific William W. Lin mengatakan MoU tersebut menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk mencapai kesepakatan terkait pasokan LNG untuk keperluan dalam negeri. ”MoU ini mencerminkan niat kami dalam mendukung pembangunan ekonomi Papua Barat dan membantu memenuhi kebutuhan energi di Indonesia secara keseluruhan, serta menyeimbangkan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

 

BACA JUGA: 

·  BP Siapkan Rp102,3 Triliun untuk Kilang Tangguh·  Investor Wait & See, S&P 500 Naik-Dow Jones Turun·  Harga  Minyak Turun Lagi ke US$91,66·  Spekulasi China Selamatkan Indeks 

READ MORE:

·  Jakarta Stocks Drop 44.94 Points In Morning Session

·  Suzuki Ertiga Orders Soars Over 12,000 Units

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top