Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAMPAK HARGA GAS: Waduh.. kinerja industri kecil bakal turun!

JAKARTA: Pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) diprediksi melandai pada kuartal II/2012 ke kisaran 7,1% akibat dampak berganda kenaikan harga gas industri sebesar 55%.
- Bisnis.com 23 Mei 2012  |  02:41 WIB

JAKARTA: Pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) diprediksi melandai pada kuartal II/2012 ke kisaran 7,1% akibat dampak berganda kenaikan harga gas industri sebesar 55%.

 

Euis Saedah, Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian, menuturkan jika pada tiga bulan pertama tahun ini IKM bisa tumbuh 7,2%, maka pada kuartal berikutnya berpotensi turun.

 

Salah satu penyebabnya adalah naiknya ongkos produksi dari pengadaan bahan baku, yang harganya dipastikan ikut naik menyesuaikan dengan harga gas untuk industri.

 

“Relatively mungkin [pertumbuhan IKM] sedikit turun [pada kuartal II], syukur-syukur tetap. Sekalipun turun tidak lebih dari 0,1%, jadi sekitar 7,1%,” ujarnya ketika menghadiri pameran produk industri makanan dan minuman, Selasa 22 Mei 2012.

 

Walaupun umumnya IKM tidak menggunakan gas untuk industri, Euis mengatakan tetap akan ada imbas dari kebijakan penaikan harga gas industri sebesar 55% oleh PT. Perusahaan Gas Negara (PGN).

 

Sebab, dipastikan harga bahan baku juga akan naik menyesuaikan dengan beban produksi industri penghasil besar yang meningkat akibat kenaikan harga gas tersebut.

 

“Jangan lupa bahan baku IKM juga berasal dari perusahaan besar, seperti tekstil dan logam. Kenaikan harga gas 55% akan berpengaruh pada kenaikan unit produksi sekitar 30%. Jadi nanti produksi akhirnya juga akan naik,” tuturnya.

 

Akan tetapi, lanjut Euis, dampak kenaikan harga gas industri terhadap peningkatan biaya produksi IKM tidak akan sama dengan yang dialami industri besar, tergantung dengan variable-variabel produksi yang terkait. “Jadi tidak tahu berapa persen [imbasnya ke IKM].” (12/Bsi)

 

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

METRODATA ELECTRONICS Siapkan Right Issue

PASAR SURAT UTANG: Investor Cenderung Wait & See

Danareksa Investment Rilis RDPT Infrastruktur

AKSI ALIBABA: Berniat Beli Sahamnya Dari Yahoo! Senilai US$7 Miliar

HARGA EMAS: Pasar Keuangan Tertekan, Logam Mulia Melonjak

TRANSAKSI AFILIASI: Adi Karya Pinjamkan APR Rp57,1 Miliar

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

KASUS NARKOBA: Sabu-Sabu Di Sumut Banyak Berasal Dari Malaysia

TRAGEDI SUKHOI: Wah.. Ada Dugaan Penipuan Jamsostek!

JUSUF KALLA: Memimpin Bisnis Beda Dengan Pemerintahan

DAUD YORDAN Naik Ring Lagi Juli

 

ENGLISH NEWS:

PALM OIL Climbs As Biggest Weekly Drop In 5 Months Lures Buyers

PLN To Spend IDR2.54 Trillion For VILLAGE ELECTRICITY Program

ARC Broadens Relationship With ANGLO AMERICAN In Indonesia

MARKET OPENING: Index Fall 46.79 Point

MARKET MOVING: BCA Eyes IDR4 Trillion Infrastructure Loans

RUPIAH Advances Most In Two Weeks On CHINA Pledge

JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.Com

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top